PENGENALAN GEJALA PENYAKIT DI LAPANGAN


PENGENALAN GEJALA PENYAKIT DI LAPANGAN
(Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan)






Description: C:\Users\ACER\Pictures\Logo-Unlam.png
                                                                                 
Oleh :
Samsudin
1710517210017
Kelompok 3












PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2019
                                          DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI...............................................................................................              i
DAFTAR TABEL.......................................................................................             ii
PENDAHULUAN......................................................................................            1
Latar Belakang.................................................................................            1
Tujuan..............................................................................................             3
TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………           4
BAHAN DAN METODE...........................................................................            7
Alat dan Bahan................................................................................            7
Alat.........................................................................................             7
Bahan......................................................................................             7
Waktu dan Tempat...........................................................................            7
Prosedur Kerja.................................................................................            7
HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................            8
Hasil.................................................................................................           8
Pembahasan......................................................................................            9
KESIMPULAN...........................................................................................         12
DAFTAR PUSTAKA                                                                                               






DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                                    Halaman
1. Hasil Pengamatan Gejala Penyakit Tanaman Hortikultura…………..                8



PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penyakit tanaman sebagian besar disebabkan oleh jamur. Lebih dari 250.000 spesies jamur sebagai pathogen tanaman. Hampir semua jamur dalam hidupnya pada tanaman inangnya dam sebagian dalam tanah dan sisa-sisa tanaman. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur sering dikenal dari bagian organ tanaman yang terinfeksi dan dari tipe gejala yang dihasilkan. Tipe umum penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur adalah damping-off (rebah kecambah), root rots ( busuk akar), vascular wilt (layu pembuluh), downy dan powdery mildew, leaf spot (bercak daun) dan bligh (hawar), rust (karat), smuts (gosong), antraknosa, gall, dieback (mati ujung) dan penyakit pasca panen.
Tanaman dapat menunjukan gejala dan  tanda penyakit. Gejala merupakan  perubahan awal akibat serangan organisme contohnya yaitu perubahan bentuk, dan kelayuan pada tanaman, tanaman dapat menunjukan kelompok gejala yang membentuk gambaran penyakit atau sidrom  penyakit yang disebabkan oleh penyebab abiotik dan biotik. Suatu tanaman dapat dikatakan sehat atau normal, jika tanaman tersebut dapat menjalankan fungsi-fungsi fisiolgis dengan seperti perkembangan dan pembelah sel (Setiadi, 2000). 
Berdasarkan faktor penyebab penyakit, penyakit dibagi 2 yaitu penyakit fisologis (non infektif) dan penyakit infektif. Penyakit fisiologis atau non infektif disebabkan oleh faktor abiotik seperti keadaan tanah (kelembaban, struktur, reaksi tanah, kahat oksigen, kahat unsur hara, toksisitas pestisida), keadaan cuaca (suhu tinggi atau rendah, kekurangan atau kelebihan cahaya, angin hujan), dan kerusakan (kultur teknis yang salah). Sedangkan penyakit infektif merupakan penyakit yang disebabkan faktor biotik berupa pathogen (jamur, bakteri, mikoplasma, virus, viroid, nematode.
Gejala morfologis ada tiga macam yaitu : nekrotik, hipoplasia, hyperplasia. Nekrotik adalah gejala penyakit yang disebabkan oleh protoplas yang diikuti oleh kematian sel, jaringan, organ dan seluruh tanaman. Gejala nekrotik yang timbul sebelum kematian protoplas disebut plesionekrotik. Ada tiga gejala yang termasuk dalam plesionekrotik yaitu menguning (yellowing), layu (wilting), dan hidrosis (adanya jaringan yang Nampak bening). Gejala nekrotik yang ada setelah kematian protoplas disebut holonekrotik. Gejala holonekrotik dapat dibagi menjadi 3 berdasarkan tempat terjadinya, yaitu pada organ bahan penyimpanan (buah, biji, umbi dan akar). Pembusukan yang terjadi bersifat lunak atau basah disebut gejala bocor (leak). Nekrosa pada jaringan tanaman yang hijau misalnya rebah kecambah (damping off), bercak (spot), bintik kecil (fleck), nekrotik pada batang dan tulang daun ( streak), nekrosa tanpa batas yang jelas karena kematian yang cepat dari seluruh tanaman atau bagian daun (hawar = blight), kematian mendadak dari kuncup yang belum membuka atau pembungaan (blast), rontoknya buah akibat nekrosis yang meluas (shelling) dan lain-lain. Nekrosis pada jaringan kayu yang sakit (bleeding).
Hipoplasia merupakan kegagalan tanaman atau organ untuk berkembang secara penuh, missal kerdil (dwarfing), kegagalan membentuk warna hijau dan hanya menghasilkan warna kuning (klorosis), daun bercorak warna hijau dan kuning ( mosaic).
Hyperplasia merupakan hasil dari perkembangan yang berlebihan baik ukuran dan warna atau juga perkembangan bagian organ yang terlalu dini secara tidak wajar, missal : pertumbuhan yang berlebihan (gigantisme), perkembangan warna yang berlebihan (hiperkronik), perubahan dari jaringan dari satu bentuk menjadi bentuk lain ( metaplastik), perkembangan pucuk yang premature dan mati pucuk (proleptik).

Tujuan
            Adapun tujuan dari praktikum  ini adalah untuk mengenal gejala dan tanda penyakit tanaman pada beberapa tanaman hortikultura.


TINJAUAN PUSTAKA
Pengenalan jenis - jenis penyakit pada tanaman dapat dilakukan dengan cara percobaan di lapang pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Timbulnya penyakit dapat bervariasi tergantung dari fase pertumbuhan tanaman, musim, lokasi dan varietas. Kombinasi dari beberapa penyakit dapat terjadi misalnya kombinasi beberapa cendawan atau bahkan kombinasi dari cendawan, bakteri, dan virus (Wigenasanta, 2004).
Penyakit tumbuhan dapat disebabkan oleh faktor biotik dan abiotik. Penyebab penyakit yang bersifat biotik umunya parasitik pada tumbuahn, dapat ditularkan, dan disebut penyakit biogenik. Adapun penyakit yang bersifat abiotik tidak parasit, tidak menular, dan biasa disebut penyakit fisiogenik. Penyebab yang parasitik terdiri dari beberapa golongan seperti virus, viroid, fitoplasma bakteri, cendawan, riketsia, protozoa, nematode dan tumbuhan tingkat tinggi (Sinaga, 2003).
Penyakit tanaman dapat didefinisikan sebagai penyimpangan sifat normal yang menyebabkan tanaman tidak dapat melakukan kegiatan fisiologis seperti biasanya (Martoredjo, 1989).
Patogen dalam arti luas adalah tiap agen yang menyebabkan penyakit. Namun, istilah ini biasanya hanya digunakan untuk menunjukkan penyebab penyakit yang tergolong organisme yang hidup saja terutama, cendawan, bakteri, nematoda, virus, dan tumbuhan parasitik yang menyerang tumbuhan (Sinaga, 2003).
Patogen adalah sesuatu yang dapat menyebabkan penyakit. Patogen berasal dari bahasa Yunani. Pathos yang berarti menderita dan genesis yang berarti asal. Umumnya istilah patogen hanya dipakai untuk jasad yang dalam keadaan sesuai dapat menimbulkan penyakit pada jasad lain (Semangun, 1996).
Sebagian besar penyebab penyakit pada tumbuhan disebabkan oleh cendawan. Golongan cendawan patogen tumbuhan memiliki anggota yang sangat beragam. Oleh karena itu, kehadiran cendawan patogen tumbuhan perlu selalu diwaspadai (Sinaga, 2003). 
Penyakit dapat dikenal dengan mata telanjang dari gejalanya. Penyakit tumbuhan yang belum ada campur tangan manusia merupakan hasil interaksi antara patogen, inang dan lingkungan. Konsep ini disebut dengan segitiga penyakit atau plant disease triangle, sedangkan penyakit tanaman yang terjadi setelah campur tangan manusia adalah interaksi antara patogen, inang, lingkungan dan manusia. Konsep ini disebut segi empat penyakit atau plant disease square(Triharso, 1996).
Penyakit pada tumbuhan tanaman dikatakan sakit bila ada perubahan seluruh atau sebagian organ tanaman yang menyebabkan terganggunya kegiatan fisiologis sehari-hari. Secara singkat penyakit tanaman adalah penyimpangan dari keadaan normal. Penyebab sakit bermacam-macam antara lain cendawan, bakteri, virus, kekurangan air, kekurangan atau kelebihan unsur hara (Pracaya, 1999).
Tanda penyakit adalah struktur dari suatu pathogen yang berasosiasi dengan tubuh tanaman atau bagian tanaman yang terinfeksi berupa adanya benda-benda atau alat-alat tubuh dan alat-alat pembiakan dari patogen atau parasit penyebabnya. Beberapa tipe struktur pathogen tidak harus selalu ada pada tanaman yang sakit karena pembentukannya berdasarkan kondisi lingkungan. Kebanyakan tanda penyakit dapat dilihat dan dibedakan dengan bantuan mikroskop. Misalnya, tanda penyakit berupa miselium, spora, tubuh buah jamur, dan sel atau lendir bakteri (Sinaga, 2003).
Gejala yang diakibatkan oleh bakteri yaitu timbulnya gejala penyakit disebabkan karena adanya interaksi antara tanaman inang dan patogen.  Penanaman gejala penyakit dapat didasarkan kepada tanda penyakit, perubahan bentuk, tanaman, pertumbuhan tanaman dan sebagainya.  Parasit yang menyebabkan penyakit pada tanaman pada umumnya membentuk bagian vegetatifnya di dalam jaringan tanaman sehingga tidak tampak dari luar.  Tetapi walaupun demikian ia membentuk bagian reproduktifnya pada permukaan tanaman yang diserangnya atau hanya sebagian tampak  pada permukaan  tersebut.  Selain  itu  sering terjadi  pembentukan  propagul  dalam bentuk istirahat pada permukaan tanaman (Filzaharani, 2008). 

BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
            Adapun alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah kamera dan alat tulis

Bahan
            Adapun bahan yangdigunakan dalam praktikum kali ini adalah tanaman buah naga (Hylocereus undatus) bergejala, tanaman terong (Solanum melongana) bergejala , dan tanaman cabai (Capsicum annum) bergejala.

Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 2 Oktober 2019, pada pukul 13.00-14.40 WITA. Bertempat di Laboraturium Fitopatologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur Kerja
            Adapun prosedur kerja yang gunakan dalam praktikum ini adalah :
1.      Pada lahan tertentu, cari 3 tanaman hortikultura
2.      Amati dan desripsikan gejala
3.      Dokumentasi
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil yang didapatkan dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Pengamatan Gejala Penyakit Tanaman Hortikultura
No
Gambar
Keterangan
1

Tanaman Terong
( Solanum melongena )

·         Tanggal : 02 Oktober 2019
·         Lokasi : Lahan SMKPP Banjarbaru
·         Gejala : terdapat beberapa daun berspot-spot berwarna kuning, tanaman kerdil
2

Tanaman Cabai
( Capsicum annuum )
·         Tanggal : 02 Oktober 2019
·         Lokasi : Lahan SMKPP Banjarbaru
·         Gejala : daun layu, dan beberapa berwarna kuning, serta pertumbuhan sedikit terhambat
Tabel 1. lanjutan
3

Tanaman Buah Naga
 ( Hylocereus undatus )

·         Tanggal : 02 Oktober 2019
·         Lokasi : Lahan SMKPP Banjarbaru
·         Gejala : pada bagian batang berbintik-bintik cokelat, warna kuning dan mengalami busuk basah

Pendahuluan
            pada praktikum kali ini membahas tentang pengenalan gejala penyakit pada tanaman hortikultura, adapun tanaman yang kami temukan dilapangan adalah tanaman terung , cabai, dan buah naga.tanaman tersebut kami temukan di lahan haji Idak SMKPP Banjarbaru pada tanggal 02 oktober 2019. hal pertama yang kami lakukan adalah mengamati bagian-bagian tanaman seperti batang, ranting, pucuk, daun serta buah dari ketiga tanaman tersebut. Setelah mengamati langsung melakukan dokumentasi untuk mendapatkan gambar yang akan dimasukkan dalam hasil.
            Pada tanaman terung ditemukan gejala pada daun yaitu daun menguning pada beberapa spot (area) bagian batang juga sedikit kerdil pertumbuhannya. Diduga tanaman terung tersebut terserang virus Gemini yang disebabkan oleh serangga bemisia tabaci atau kutu kebul. Gejala tersebut kami duga adalah gejala nekrotik yaitu terjadi karena adanya kerusakan pada sel atau bagian sel bahkan kematian sel. Dan dalam gejala nekrotik kami masukkan dalam Klorosis, yaitu rusaknya kloroplas yang menyebabkan menguningnya bagian-bagian yang lazimnya berwarna hijau. 
            Pada tanaman cabai ditemukan gejala pada ranting sedikit kering, dan daunnya layu serta beberapa daun berwarna kekuning-kuningan. Diduga tanaman cabai tersebut juga terserang virus Gemini karena masih satu areal dengan tanaman terung. Dan diketahui bahwa tanaman terung dan cabai adalah satu famili yaitu solanaceae yang merupakan makanan atau tempat inang dari serangga kutu kebul (Bemisia tabaci). Selain disebabkan virus diduga juga karena faktor abiotik disebabkan suhu yang beberapa bulan terakhir musim kemarau, sehingga sebagian dari daun tersebut layu, tetapi belum dapat dipastikan apakah tanaman tersebut layu karena adanya penyakit didalamnya atau hanya kekurangan air karena musim kemarau yang panjang. Kami memasukkan gejala tersebut masuk kedalam Penyakit abiotik adalah penyakit yang disebabkan oleh penyakit non infeksi/ penyakit yang tidak dapat ditularkan dari tumbuhan satu ke tumbuhan yang lain. Patogen penyakit abiotik meliputi: suhu tinggi, suhu rendah, kadar oksigen yang tak sesuai, kelembaban udara yang tak sesuai, keracunan mineral, kekurangan mineral, senyawa kimia alamiah beracun, senyawa kimia pestisida, polutan udara beracun, hujan es dan angin
            Pada tanaman buah naga ditemukan beberapa bercak bercak hitam kering dan keras, yang terdapat pada batang buah naga tersebut juga sedikit busuk kering dan berwarna sedikit kuning dan dapat dilihat gradasi dari warna hijau sampai kuning secara sedikit demi sedikit. Kami menduga gejala tersebut disebabkan oleh hama
            Dalam Diagnosis seringkali tanda-tanda, yaitu kenampakan makroskopis pathogen atau bagiannya memegang peranan penting. bahkan lebih penting dari gejala. Tanda-tanda umumnya terbatas pada penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Jamur-jamur parasit tertentu akan membentuk struktur-struktur di luar badan tumbuhan, khususnya yang menghasilkan spora, karena dengan demikian spora akan lebih mudah tersebar. Tanda-tanda yang sering muncul adalah dalam bentuk miselium, karat, tepung, jamur hitam, smut (gosong bengkak), cacar putih, bercak ter, tubuh buah, sklerotium dan lendir bakteri.  


KESIMPULAN
            Adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam praktikum ini adalah :
1.      Pada tanaman terung ditemukan gejala pada daun yaitu daun menguning pada beberapa spot (area) bagian batang juga sedikit kerdil pertumbuhannya. Gejala tersebut kami duga adalah gejala nekrotik yaitu terjadi karena adanya kerusakan pada sel atau bagian sel bahkan kematian sel.
2.      Pada tanaman cabai ditemukan gejala pada ranting sedikit kering, dan daunnya layu serta beberapa daun berwarna kekuning-kuningan. disebabkan suhu yang beberapa bulan terakhir musim kemarau, belum dapat dipastikan apakah tanaman tersebut layu karena adanya penyakit didalam nya atau hanya kekurangan air.
3.      Pada tanaman buah naga ditemukan beberapa bercak bercak hitam kering dan keras, yang terdapat pada batang buah naga tersebut juga sedikit busuk kering dan berwarna sedikit kuning dan dapat dilihat gradasi dari warna hijau sampai kuning secara sedikit demi sedikit.
DAFTAR PUSTAKA
Filzaharani, 2008. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Martoredjo, T, 1989. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan Bagian Dari Perlindungan Tanaman. Andi Offset, Yogyakarta.
Pracaya, 1999. Hama Dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta.
Semangun, H. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Setiadi. 2000. Dasar–Dasar Perlindungan Tanaman Umum. Bumi Aksara. Padang.
Sinaga, M.S. 2003. Dasar-dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Penerbit Swadaya. Jakarta
Triharso. 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Wigenasanta. 2004. Hama dan Penyakit Tanaman. Kanisius. Palembang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGHITUNG KERAPATAN KOLONI BAKTERI DENGAN MENGGUNAKAN COLONY COUNTER

ISOLASI PATOGEN PADA TANAMAN BERGEJALA

AKTIVITAS ENZIM PAPAIN