STRUKTUR SEL TANAMAN


STRUKTUR SEL TANAMAN
(Laporan Praktikum Biokimia Tanaman)




                                                                                 


Oleh :
Samsudin
1710517210017
Kelompok Oksigen (O2)









PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2019



DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI...............................................................................................              i
DAFTAR TABEL.......................................................................................             ii
PENDAHULUAN......................................................................................            1
Latar Belakang.................................................................................            1
Tujuan..............................................................................................             3
TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................                4 
BAHAN DAN METODE...........................................................................            8
Alat dan Bahan................................................................................            8
Alat.........................................................................................             8
Bahan......................................................................................             8
Waktu dan Tempat...........................................................................            8
Prosedur Kerja.................................................................................            8
HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................            9
Hasil.................................................................................................            9
Pembahasan......................................................................................             9
KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................          13
Kesimpulan......................................................................................           13
Saran................................................................................................           13
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN                                                                                                              



DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                                    Halaman
1. Gambar Sel Tanaman.........................................................................                  9





PENDAHULUAN
Latar Belakang
                Sel merupakan kesatuan struktural, fungsional dan herediter yang terkecil. Sel terbagi menjadi dua tipe, yaitu prokariot dan eukariot. Perbedaan karakteristik antara dua sel tersebut adalah keberadaan membran yang menyelubungi nukleus maupun organel lainnya yang memiliki fungsi spesifik, seperti mitikondria,retikulum endoplasma, badan golgi, dan lisosom. Sel eukariot memiliki karakteristik tersebut, sedangkan pada sel prokariot (nelson, 2004).
            Sel sangat mendasar bagi ilmu biologi sebagaimana atau bagi ilmu kimia: seluruh organisme terdiri atas sel. Dalam hirarki organisasi biologis, sel merupakan kumpulanmateri sederhana yang dapat hidup. Selain itu terdapat beragam bentuk kehidupan yang berwujud sebagai organisme bersel tunggal. Organisme yang lebih kompleks, termasuk tumbuhan dan hewan bersifat multiseluler, tubuhnya merupakan kerjasama dari berbagai jenis sel terspesialisasi yang tidak akan bertahan alam jika masing-masing berdiri sendiri. Namun demikian, ketika sel ini disususn menjadi tingkat organisasi yang lebih tinggi, seperti jaringan dan organ. Sel dapat dipisahkan menjadi unit dasar dari struktur dan fungsi organisme. Setiap makhluk hidup tersusun atas satu sel (uniseluler). Ada juga yang tersusun atas banyak sel (multiseluler) kehidupan pada tingkat seluler muncul dari keteraturan sruktural, yang memperkuat tema tentang sifat-sifat baru dan korelasi antara struktur dan fungsi sel, terdapat ribuan jenis sel didalam tubuh yang secara mikroskop dapat dibedakan, namun semuanya memiliki ciri strukur yang sama. Sel dibagi dalam dua kompartemen uatama, nukleus dan sitoplasma disekitarnya, yang mudah dibedakan berdasarkan bentuk dan ciri pulasannya (fawcett, 2002).
            Pada tahun 1655 sel ditemukan oleh robert hooke. Hooke mengambil sebagian dari jamur yang ada didalam botol yang kemudian ditelitinya, kemudian dia melihat bentuk seperti kamar. Bentuk inilah yang kemudian diberi nama sel. Dalam tubuh kita hampir 200 jenis sel. Pada umumnya, sel memiliki struktur tubuh yang sama tetapi bentuknya bisa berbeda-beda. Perbedaan bentuk sel terkait dengan perbedaan kerja yang dilakukannya dan tempat dimana mereka berada (sema, 2007).
            Kata prokariotik berarti sebelum nukleus, yang mengingatkan bahwa prokariota ada sebelum eukariota pertama, prokariota memiliki satu sel, kelompok sel-sel ini merupakan bentuk kehidupan yang terkecil dan memiliki metabolisme paling bervariasi. Prokariota hampir menempati semua lingkungan di bumi, meliputi tempat yang sangat tidak ramah. Domain bakteri dan archea meliputi semua prokariota. Sel dari dua domain ini sama dalam penampilan dan ukuran tetapi berbeda dalam detail struktur dan metabolisme. Kebanyakan sel prokariotik tidak lebih lebar dari satu mikrometer. Species berbentuk batang hanya beberapa mikrometer. Tidak satupun yang mempunyai rangka internal, tetapi filamen protrin di bawah membran plasma memberi bentuk sel. Filamen ini juga berfungsi sebagai rangka struktur internal (prasaja, 2009).

Tujuan
            Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan.



TINJAUAN PUSTAKA
            Setiap makhluk hidup pasti tersusun dari sel, yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan sel. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi Sel merupakan sturuktural terkecil dari suatu organisme hidup, karena ukurannya sangat kecil maka sel tidak bisa dilihat langsung dengan mata telanjang akan tetapi bisa dilihat dengan bantuan  alat optic berupa mikroskop. Sel bekerja pada bidangnya masing-masing sesuai dengan bentuk dan fungsinya. Sel tumbuhan dan hewan memiliki beberapa perbedaan tetapi banyak mempunyai persamaan. Untuk mengetahui bentuk dari sel tersebut maka harus dilakukan pengamatan mengenai sel (Al Mubin, 2012).
Sel-sel eukariotik terdapat pada semua hewan dan tumbuhan, tetapi ada sejumlah perbedaan penting antara sel-sel dari organisme-organisme dalam kedua kingdom tersebut. Sel-sel tumbuhan hampir selalu mengandung dinding sel ekstraseluler, yang terbuat dari selulosa. Sel-sel hewan umumnya tidak mempunyai dinding sel. Dinding sel juga dapat ditemukan pula pada fungi dan bakteri, tetapi tidak ditemukan pada sel hewan pada sel hewan. Vakuola merupakan ciri yang cukup menonjol pada sel-sel tumbuhan, tetapi jauh lebih tidak penting atau bahkan tidak ada sama sekali pada sel-sel hewan. Sentriol biasanya tidak ditemukan pada sel tumbuhan, sedangkan sel hewan selalu memiliki sepasang  sentriol yang terletak tetap diluar nukleus. Tumbuhan sangat berbeda dari hewan dalam hal detil-detil spesifik dari pembelahan sel (mitosis), walaupun ciri-ciri umum dari fungsi reproduktif tersebut mirip dengan kedua kelompok organisme tersebut (fried, 2005).
sel hewan berukuran sangat kecil, tetapi ada juga yang dapat dilihat oleh mata tanpa bantuan alat. Salah satunya adalah sel telur katak yang berdiameter 1 milimeter (mm) ada yang mencapai micrometer yang satuannya dikenal dengan nanometer (nm). Bentuk sel hewan relatif tidak tetap dan biasa berubah. Sel mikroskopik yang berdiameter sekitar 10-30 µm. Ukuran sel dibatasi agar tidak tumbuh terlalu besar karena sel harus mempertahankan suatu area permukaan yang memadai untuk menampung pergantian antara nutrisi dan sampah (setiadi, 2007).
Rata-rata ukuran sel pada tumbuhan sangat kecil. Biasanya ukuran sel tumbuhan mencapai mikrometer bahkan hingga nanometer. Bentuk sel tumbuhan adalah tetap karena sel tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa, kitin, asam amino dan karbohidrat kompleks. Dinding sel berfungsi sebagai penyokong (George, 2006).
Dinding sel tersusun dari polisakarida (hemiselulosa dan pektin) atau terdapat pada tumbuhan. Fungsi dari dinding sel adalah melindungi organel. Member bentuk sel dan  fungsi dari dinding sel adalah melindungi organel, member bentuk sel dan sebagi tempat transortasi antar sel selain itu dinding sel juga berfungsi sebagai penyokong (George,2006).
Sel hewan dan sel tumbuhan termasuk sel eukariotik yang memiliki selaput inti, namun secara umum sel hewan dan sel tumbuhan tidak memiliki perbedaan yang mendasar, hanya saja perbedaan pada bagian struktur atau organ-organ tertentu. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, membran sel, inti sel, sitoplasma, kutikula dan epidermis. Sedangkan sel hewan memiliki vakuola, retikulum endoplasma dan membran sel. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan pada organ tertentu. Sel tumbuhan memiliki membran sel, sitoplasma, retikulum endoplasma, inti sel (nukleus), mitokondria, ribosom, plastida, dan vakuola. Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan terletak pada sentriol, sentrosom, lisosom dan flagel/silia (sumadi, 2007).
Nukleus merupakan inti sel yang berstruktur bulat padat yang terdiri dari masa proplasma yang lebih kompak, dikelilingi oleh membran dan membawa partikel gen yang mengandung kromatin. Bagian-bagian dari nukleus adalah membran inti atau karioteka, nukleoplasma, nukleous dan sitoplasma benang kromatin (setiadi, 2007).
Ribosom merupakan butiran-butiran yang ditemukan dalam sitoplasma sel dan terdapat ribonukleus yang berfungsi dalam sintesis protein dalam sel. Ribosom sendiri berstruktur paling kecil, tersuspensi di dalam sitoplasma (setiadi, 2007).
Membran sel disebut juga membran plasma, membran plasma terdapat disebelah dalam dinding sel. Membran sel tersusun oleh substansi yang hidup. Membran sel merupakan membran yang sangat tipis sehingga hanya dapat divisualisasi dengan pembesaran tinggi yang dicapai dengan mikroskop elektron. Fungsi membran sel adalah mengatur peredaran zat dari dan ke dalam sel. Zat-zat makanan dan udara yang diperlukan oleh sel masuk melalui membran ini. Zat sampah yang tidak berguna lagi dikeluarkan juga melalui membran ini. Membran sel terbentuk dari protein dan lipid sehingga sering disebut lipoprotein. Lipid terutama merupakan fosfolipid (molekul-molekul amfifilik artinya setiap molekul mengandung “kepala” hidrofilik dan “ekor” hidrofobik). Membran sel berguna sebagai rintangan atau interfase di antara dua fase berair (sumadi dan marianti, 2007).
            Lisosom adalah struktur yang agak bulat yang dibatasi oleh membran tunggal. Lisosom bertanggung jawab pada pembentukan enzim pencernaan, enzim ini disebut vakuola. Fungsi lisosom adalah untuk menyelenggarakan pencernaan makanan dan untuk penghasil zat tebal (sumadi dan marianti, 2007).



BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Lembar pretest praktikum
2.      Lembar laporan sementara praktikum
3.      Lembar post test praktikum
4.      Alat tulis
5.      Pensil warna
           
Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Gambar struktur sel tumbuhan

Waktu dan tempat
            Praktikum ini dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 6 maret 2019, pukul 09.50-11.30 wita. Di laboraturium kimia analisis jurusan BDP fakultas pertanian universitas lambung mangkurat banjarbaru.

Prosedur Kerja
            Adapun proseur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah :
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Mengamati dan mencatat perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan
3.      Menggambarkan sel tumbuhan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
            Adapun hasil dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Gambar sel tanaman
Gambar
Keterangan



a.       Dinding Sel
b.      Membran Plasma
c.       Sitoplasma
d.      Plastida
e.       Vakuola
f.       Mitokondria
g.      Nukleus
h.      Komplek Golgi
i.        Retikulum Endoplasma
j.        Peroksisom
k.      Ribosom



Pembahasan
            Dinding sel adalah lapisan luar yang mengelilingi sel-sel tertentu yang berada diluar membran sel. Semua sel memiliki membran sel, tetapi umumnya hanya tanaman, jamur, alga, kebanyakan bakteri, dan archaea memiliki sel dengan dinding sel. Dinding sel memberikan kekuatan dan penyokong struktural ke sel, dan dapat mengontrol sampai batas tertentu jenis dan konsentrasi molekul yang dapat masuk atau meninggalkan sel. Bahan-bahan yang membentuk dinding sel berbeda tergantung pada jenis organisme. Dinding sel telah mengalami banayak evolusi yang berbeda di antara berbagai kelompok organisme.
Membran sel adalah fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel membentuk lapisan antar muka yang disebut membran membran plasma, yang memisahkan sel-sel dan luar lingkungan sel, terutama untuk melindungi sisitem inti dan kelangsungan hidup sel-sel yang bekerja dalam sitoplasma.
Sitoplama adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton berbagai organel dan vesikuli serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya.
Plastida adalah salah satu organel pada sel-sel. Organel ini paling dikenal dalam bentuknya yang paling umum, kloroplas sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Organplastida merupakan organ yang hanya dimiliki tumbuhan saja. Merupakan organel dengan membran ganda, sehingga ada membran luar dan membran dalam.
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa inggris) yang berupa rongga yang diselaputi membran (tonoplas). Cairan ini adalah air dan di dalamnya terlarut zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam dan basa.
Mitokondria, kondriosom yaitu organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup, selain fungsi seluler lain seperti metabolisme asam lemak, biosintesis pirimidina, homeostasis kalsium, transduksi sinyal seluler dan penghasil energi.
Inti sel atau nukleus merupakan organel sel yang berada di dalam sel eukariotik. Sel tumbuhan termasuk kelompok sel eukariotik, di dalam inti sel banyak mengandung materi genetik yang berbentuk DNA (deoxyribonucleic acid). Srtuktur sel tumbuhan tersusun dari membran nukleus, nukleoplasma, kromosom dan nukleous.
Badan golgi atau aparatus golgi adalah organel sel yang berbentuk kantung tipis tersusun secara berlapis-lapis. Bentuk badan golgi hampir mirip seperti bentuk retikulum endoplasma hanya saja terdapat lapisan membran pada kantungnya.
Retikulum endoplasma adalah organel sel yang berbentuk seperti ruangan labirin, dinding atau membran pada RE terlihat berliku-liku seperti labirin. Terdapat dua jenis retikulum endoplasma dalam sel tumbuahan yaitu RE kasar dan RE halus. Pada RE kasar permukaannya ditempeli oleh butiran-butiran ribosom sedangkan RE halus tidak ditempeli ribosom.
Peroksisom adalah organel sel berukuran kecil yang dilapisin oleh membran tunggal. Peroksisom biasanya berinteraksi dengan retikulum endoplasma dan mengandung sejumlah enzim. Setidaknya terdapat 40 enzim yang dilapisi oleh membran lipid (lemak) ganda.
Ribosom adalah organel sel tumbuhan yang mengandung protein (40%) dan asam ribonukleat atau RNA (60%). Terdapat dua jenis ribosom yaitu ribosom terikat dan ribosom bebas. Ribosom terikat biasanya bergabung dengan retikulum endoplasma.
Perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan sedangkan pada sel hewan hanya memiliki membran sel, karena memiliki dinding sel maka sel tumbuhan bersifat kaku dan dilapisi zat lignin sedangkan sel hewan bersifat fleksibel karena hanya diselubungi oleh membran sel. Pada sel tumbuhan memiliki sel yang berukuran lebih besar dibandingkan sel hewan, sel tumbuhan memiliki plastida yang merupakan alat tempat memproduksi kloroplas sebagai tempat membuat makanan bagi tanaman sehingga tanaman bisa membuat makanannya sendiri sedangkan sel hewan tidak ada.
Pada sel tumbuhan plastida terbagi menjadi 3 yaitu kloroplas merupakan plastida yang menhasilkan warna hijau yang berguna untuk proses fotosintesis uyang terdiri dari klorofil A dan klorofil B, kloromoplas merupakan plastida yang dapat menhasilkan warna selain hijau yaitu merah dan kuning dan yang terakhir leukoplas merupakan plastida yang tidak dapatmenhasilkan warna/pigmen apapun.
Vakuola hanya terdapat pada sel tumbuhan namun juga terdapat pula pada sel hewan tingkat rendah sedangkan sel hewan tingkat tinggi tidak memiliki vakuola. Pada sel hewan memiliki lisosom yang berfungsi sebagai sistem pencernaan pada sel hewan dan sentrosom yang berfungsi saat melakukan pembelahan sel sedangkan sel tumbuhan tidak memilikinya.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.             Sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastida yang merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh sel hewan.
2.             Sel hewan meiliki sentrosom dan lisosom yang merupakan ciri khas dari sel hewan sedangkan sel tumbuhan tidak memilikinya.
3.             Sel tumbuhan memiliki vakuola hanya terdapat pada sel tumbuhan namun juga terdapat pada sel hewan tingkat rendah sedangkan pada sel hewan tingkat tinggi tidak memiliki vakuola.
4.             Sel tumbuhan bersifat kaku dan dilapisi zat lignin sedangkan sel hewan bersifat fleksibel.

Saran
Untuk mencapai praktikum yang lebih baik, asisten dosen agar mengawasi keaktifan para praktikan dalam melakukan praktek apabila terjadi kesalahan, agar dapat berjalan lancar dan sesuai harapan. Serta saat menjelaskan sesuatu asisten dapat bergantian berbicara agar tidak terkesan gaduh bagi para praktikan.
DAPTAR PUSTAKA
Al Mubin. 2012. Laporan Praktikum Biologi Sel Tumbuhan. Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Bengkulu
Fawcett, D. W. 2002. Buku Ajar Histologi. ECG. Jakarta
Fried, G. H. 2005. Biologi Edisi Kedua. Pt Erlangga. Jakarta
George. 2006. Biologi Edisi Kedua. Pt Erlangga. Jakarta
Gul, S. 2007. DNA Dan Sel. Yudistira. Jakarta
Nelson, Dl And Cox, Mm. 2004. Molecular And Celluler Biology. 4 Ed . New York: W. H. Freeman 1119.
Prasaja, K. 2009. Biologi. Salemba Teknika. Jakarta.
Setiadi. 2007. Anatomi dan Fisiologi Manusia. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Sumadi. 2007. Biologi Sel. Graha Ilmu.Yogyakarta.
Sumadi dan Marianti, A. 2007. Biologi Sel. Graha Ilmu. Yogyakarta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGHITUNG KERAPATAN KOLONI BAKTERI DENGAN MENGGUNAKAN COLONY COUNTER

ISOLASI PATOGEN PADA TANAMAN BERGEJALA

AKTIVITAS ENZIM PAPAIN