PENGENALAN JENIS-JENIS PATOGEN TULAR TANAH
PENGENALAN JENIS-JENIS PATOGEN TULAR TANAH
(Laporan
Praktikum Patogen Tular Tanah)
Oleh
:
Samsudin
1710517210017
Kelompok
5
PROGRAM
STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI...............................................................................................
i
DAFTAR TABEL.......................................................................................
ii
PENDAHULUAN......................................................................................
1
Latar Belakang.................................................................................
1
Tujuan.............................................................................................. 2
TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................. 3
BAHAN
DAN METODE...........................................................................
5
Alat dan Bahan................................................................................
5
Alat......................................................................................... 5
Bahan...................................................................................... 5
Waktu dan
Tempat...........................................................................
5
Prosedur
Kerja.................................................................................
6
HASIL
DAN PEMBAHASAN..................................................................
7
Hasil.................................................................................................
7
Pembahasan...................................................................................... 10
KESIMPULAN...........................................................................................
12
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR
TABEL
Nomor Halaman
1. Pengamatan Mikroba (isolat)............................................................ 6
2. Gejala Pada Tanaman....................................................................... 7
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Patogen tular
tanah merupakan salah satu kelompok mikroorganisme dari banyak macam
mikroorganisme yang menghuni tanah. Tanah sebagai media tempat tumbuh dan
berkembangnya patogen tular tanah sebelum patogen tersebut menemukan inangnya
sudah tentu akan berpengaru terhadap mikroorganisme tersebut baik dalam hal
populasi atau reproduksi dan kelimpahannya, penyebarannya, daya tahannya dan
patogenesitas serta virulensinya (Ownley et al., 2003).
Patogen tular
tanah dapat berupa berbagai macam mikroorganisme seperti bakteri, nematoda,
cendawan dan lainnya yang dapat menyerang tanaman mulai dari stadia awal sampai
pada stadia tanaman telah berbunga atau menghasilkan serta menimbulkan berbagai
macam bentuk gejala serangan yang berbeda-beda pada inangnya. Kerugian yang
ditimbulkan oleh patogen tular tanah juga dapat bervariasi dari tidak terlalu
merugikan atau ringan sampai mengakibatkan serangan berat dimana tanaman tidak
dapat berproduksi (Dalmadiyo, 2004).
Gejala yang
paling umum disebabkan oleh patogen tular tanah ini adalah busuk yang
mempengaruhi jaringan bawah tanaman termasuk busuknya biji, damping off atau
rebah kecambah dan busuk akar, dan layu jaringan karena adanya infeksi pada
akar. Beberapa patogen tular tanah dapat menyebabkan penyakit daun dengan
gejala dan kerusakan timbul pada bagian tanaman di atas tanah. Sebagai contoh
antraknose pada lettuce disebabkan oleh patogen tular tanah yang dapat terbawa oleh percikan air
hujan ke bagian permukaan daun tanaman ini dan menyebabkan penyakit bercak
daun. Hal yang sama juga pada patogen tular tanah Sclerotinia sclerotiorum
yang dapat bertahan dalam tanah dalam bentuk sklerotia yang dalam lingkungan
menguntungkaan dapat membentuk apothecia yang dapat menyebarkan spora udara
sehingga apabila kontak pada daun yang rentan dapat mengakibatkan penyakit daun
(Koike et al., 2003).
Virus patogen
tular tanah diketahui yang menyebabkan penyakit pada tanaman hanya sedikit.
Umumnya gejala yang ditimbulkan patogen ini adalah kerdil, perubahan warna pada
daun dan buah. Virus Patogen tular tanah biasanya hanya bertahan dalam jaringan
tanaman yang ada di dalam tanah atau di dalam vektorrnya seperti nematoda dan
jamur yang akan menyebarkan virus patogen tersebut ke tanaman inang. Contoh
virus penyebab penyakit lettuce big vein dimana virus bertahan dalam jamur Olpidium
brassicae yang berperan sebagai vektornya di dalam tanah (Koike et al.,
2003).
Kandungan unsur
hara dalam tanah berhubungan erat dengan ketahanan tanaman terhadap patogen
tanah demikian pula kandungan bahan organik dalam tanah. Bahan organik dapat
membantu perkembangan mikroorganisme yang dapat menghambat aktivitas jamur
patogen. Kolonisasi oleh Pythium sp. akan tinggi apabila kadar bahan
organik tanah rendah (Manici et al., 2005).
Tujuan
Adapun
tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis patogen
tular tanah.
TINJAUAN
PUSTAKA
Penyakit layu
bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu
penyakit tanaman paling berbahaya yang tersebar luas di daerah tropika dan sub
tropika, dan banyak menyerang tanaman pertanian di antaranya tomat, kacang
tanah, pisang, kentang, tembakau dan suku Solanaceae lainnya. Bakteri R.
solanacearum dibagi menjadi 5 ras berdasarkan kisaran inang : ras 1
menyerang tembakau, tomat, dan Solanaceae lainnya; ras 2 menyerang pisang
(tripoloid) dan Heloconia; ras 3 menyerang kentang; ras 4 menyerang jahe, dan
ras 5 menyerang murbei. Berdasarkan oksidasi disakarida dan alkohol heksosa,
maka bakteri ini dibagi ke dalam 5 biovar (Schaad et al., 2001).
Jamur Fusarium
oxysporum (Fo) merupakan salah satu jenis jamur yang sangat penting untuk
diketahui dalam melaksanakan budidaya tanaman. Jamur jenis ini, menjadi inang
demikian banyak jenis tanaman, mulai dari tanaman yang berarti strategis sampai
tanaman pagar di kebun petani. Fo mempunyai variasi spesies yang tinggi, yaitu sekitar
100 jenis dan menyebabkan kerusakan secara luas dalam waktu singkat dengan
intensitas serangan mencapai 35% (Sudantha, 2010).
Infeksi R.
solani pada pangkal batang kedelai muda berupa lesio (ruam) agak berkerut
dan berwarna kemerahan. Penyakit oleh R. solani dipicu kondisi lahan
dengan kelembaban tinggi, drainase buruk dan didukung cuaca panas. Kondisi
demikian, kondusif untuk pertumbuhan miselia dan sklerosia R. solani.
Sklerosia berukuran besar dengan diameter 2 – 5mm, berbentuk bulat hingga tidak
beraturan, dan berwarna coklat. Jamur ini termasuk Deuteromycetes, tidak
membentuk spora dan berbiak dengan miselia dan sklerosia. Gejala Hasil
penelitian di lahan pasang surut Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa R.
solani menyebabkan penyakit busuk aerial atau busuk kanopi pada kedelai
varietas Anjasmoro. Kondisi lahan pasang surut yang sangat lembab menyebabkan
intensitas serangannya sangat tinggi mencapai lebih dari 50% (Rahayu et al.,
2011).
Nematoda
merupakan mikroorganisme yang digolongkan ke dalam filum dunia hewan. Nematoda
ketika dilihat di bawah mikroskop terlihat berupa cacing-cacing mikroskopis
dengan ukuran tubuh yang sangat kecil dan berwarnah bening. Secara umum karena
ukuran tubuh nemtoda sangat kecil, para petani sangat sulit membedakan dengn
penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri (Pracaya, 2007).
Nematoda
termasuk dalam Filum nemata, terdiri atas dua kelas yaitu
Secernenta (Phasmidia) dan
Adenophorea (Aphasmidia). Kelas Secernenta terdiri atas tiga
subkelas yaitu Rhabditia, Spiruria, dan Diplogasteria. Semua
nematoda parasitit tanaman termasuk dalam ordo Thylenchida dan
Dorylaimida. Kalasifikasi dari nematoda Meloidogyne spp.
adalah Phylum nematode, klas secernenta, ordo tylenchida, subordo
tylenchina, dan famili heteroderidae (Tjahjadi, 2005).
BAHAN
DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun
alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah :
1.
Kertas postest
2. Alat
tulis
3. Buku
tulis
Bahan
Adapun bahan
yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah :
1.
Ralstonia solanacearum
2.
Fusarium oxysporum
3.
Rhizoctonia
solanacearum
4.
Meloidogyne spp.
Waktu dan Tempat
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 15 Maret 2019, pada pukul 14.50-16.50
WITA. Di laboraturium Fitopatologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas
Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur Kerja
Adapun prosedur
kerja yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah :
1. Menyiapkan
alat dan bahan
2. Mendengarkan
dan mencatat tentang patogen tular tanah yang disampaikan oleh asisten pada
setiap pos
Hasil
Adapun
hasil yang didapatkan pada praktikum kali ini adalah :
Tabel 1. Pengamatan Mikroba (isolat)
|
No
|
Gambar
|
Keterangan
|
|
1
|
Ralstonia
solanacearum
![]()
Sumber : Ralstonia solanacearum
Pathogen profile created by Heather A. Olson Requirement for PP 728 Soilborne Plant Pathogens,Spring 2005 Department of Plant Pathology |
Memiliki bagian tengah berwarna
merah sampai merah cerah, dan dibagian pinggir isolat berwarna putih serta
berlendir.
|
|
2
|
Fusarium oxysporum
![]()
Sumber : isolat Fusarium oxysporum di
laboraturium fitopatologi HPT Unlam BJB
|
Isolat berbentuk seperti donat
tebal bagian tengah berwarna sedikit coklat muda, pada pada bagian pinggir
isolat berwarna putih.
|
Tabel
1. Lanjutan
|
3
|
Rhizoctonia solanacearum
![]()
Sumber
: Official publication of Pakistan Phytopathological Society Pakistan Journal
of Phytopathology ISSN: 1019-763X (Print), 2305-0284
|
Berwana putih dengan bentuk
koloni tebal
|
|
4
|
Meloidogyne SPP.
![]()
Sumber : paket nematoda yang dipecah di
laboratorium fitopatologi HPT Unlam BJB
|
Berbentuk bintik-bintik kecil
berwarna transparan.
|
Tabel 2. Gejala Pada Tanaman
|
No
|
Gambar
|
Keterangan
|
|
1
|
Ralstonia
solanacearum
![]()
Sumber : Jurnal Littri 13(2), Juni 2007. Hlm. 43 –
48 ISSN 0853-8212
|
Pada batang tanaman pisang terdapat
cairan getah berwarna merah, dan pada saat bagian dalam buah dibelah berwarna
merah tua atau merah.
|
Tabel
2. Lanjutan
|
2
|
Fusarium oxysporum
![]()
Sumber : E‐Jurnal
Agroekoteknologi Tropika ISSN: 2301‐6515 Vol. 4, No. 2, April 2015
|
Layu total pada tanaman inang,
akhirnya daun menguning, mengakibatkan busuk kering pada pangkal batang.
|
|
3
|
Rhizoctonia solanacearum
![]()
Sumber
: Soenartiningsih Et Al.: Penyakit Busuk Pelepah Pada Tanaman leguminose
|
Bagian pangkal batang tanaman
tidak dapat menopang bagian batang bagian atasnya, mengalami busuk lendir
pada pangkal batang inang.
|
|
4
|
Meloidogyne Spp.
![]()
Sumber : Agritrop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
|
Pada bagian akar tanaman inang
terdapat bintil akar yang berisi paket telur, pertumbuhan menjadi kerdil,
daun layu serta menguning.
|
Pembahasan
Pada
praktikum kali ini membahas tentang pengenalan jenis-jenis patogen tular tanah,
seperti Ralstonia solanacearum (penyebab penyakit berdarah pada tanaman
pisang), Fusarium oxysporum (penyebab layu total), Rhizoctonia solanacearum
(penyebab penyakit rebah semai pada masa vegetatif) dan Meloidogyne spp.
(penyebab puru akar pada tanaman seledri).
Ralstonia
solanacearum menginfeksi inangnya melalui akar sejak dilakukan pindah
tanam. Selain itu bakteri ini juga bisa menginfeksi tanaman melalui luka yang
terdapat pada tanaman yang disebabkan oleh nematoda, siput dan serangga hama
lainnya. Gejala awal yang ditunjukkan oleh serangan bakteri ini adalah layu
pada daun tanaman. Daun-daun muda akan layu hingga ke ujung percabangan pada
waktu cuaca panas, kemudian akan terlihat segar pada malam hari ketika cuaca
sedang dingin. Serangan parahnya adalah seluruh bagian tanaman akan layu dengan
cepat dan mengering dengan warna tanaman tetap hijau.
Gejala serangan Fusarium
oxysporum Tanaman inang biasanya layu mulai dari daun bagian bawah dan
anak tulang daun menguning. Bila infeksi berkembang, tanaman menjadi layu dalam
2 – 3 hari setelah infeksi. Jika tanaman sakit dipotong dekat pangkal batang
akan terlihat gejala cincin coklat dari berkas pembuluh. Warna jaringan akar
dan batang menjadi coklat. Pada tanaman muda, penyakit dapat menyebabkan
tanaman mati secara mendadak, karena kanker yang melingkar pada pangkal batang.
Bila serangan terjadi pada saat pertumbuhan tanaman sudah maksimum, maka
tanaman masih dapat menghasilkan buah. Namun bila serangan sudah sampai pada
batang, maka buah kecil akan gugur.
Rhizoctonia solani dikenal
polifag dan sering terdapat dalam tanah. Rhizoctonia solani memiliki
sclerotium berwarna coklat, tidak berkulit dan bentuk tidak beraturan, pipih,
dan biasanya terletak pada permukaan inang yang dihubungkan oleh benang-benang
miselium berwarna coklat. Terjadi pembusukan semai yang dekat dengan permukaan
tanah, bagian busuk tersebut berwarna coklat. Gejala ini umumnya disebabkan
oleh Rhizoctonia solani.
Nematoda yang
menyerang akar akan menimbulkan gejala terutama pada akar, tetapi gejala ini
biasanya disertai dan munculnya gejala pada bagian atas tanaman, yaitu berupa
gejala tanaman kerdil, daun menguning, dan layu yang berlebihan dalam cuaca
panas. Puru akar merupakan ciri khas dari serangan nematoda Meloidogyne spp.
Puru akar tersebut terbentuk karena terjadinya pembelahan sel-sel raksasa
pada jaringan tanaman , sel-sel ini membesar dua atau tiga kali dari
sel-sel normal. Selanjutnya akar yang terserang akan mati dan mengakibatkan
pertumbuhan tanamn terhambat. Respon tanaman terhadap nematoda puru akar
merupakan respon dari seluruh bagian tanaman dan respon dari sel-sel tanaman,
seluruh bagian tanaman memberikan respon terhadap infeksi dan menurunnya laju
fotosintesis, pertumbuhan dan hasil.
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.
Jenis-jenis patogen
tanah adalah Ralstonia solanacearum, Fusarium oxysporum, Rhizoctonia
solanacearum, dan Meloidogyne spp.
2.
Gejala serangan Ralstonia
solanacearum yaitu layu pada pangkal batang sampai bagian cabang atau
ranting suatu tanaman, tanaman kering sehingga tidak dapat berproduksi dan
menimbulkan bercak merah atau cairan merah jika bagian batang dibelah.
3.
Gejala serangan Fusarium
oxysporum yaitu layu total jika terjadi pada fase vegetatif serangan berat,
menyerang xilem tanaman, daun menguning, dan pangkal batang busuk kering.
4.
Gejala serangan Rhizoctonia
solanacearum yaitu bagian pangkal tanaman mengalami busuk lendir atau
basah, rebah semai saat persemaian.
5.
Gejala serangan Meloidogyne
spp. yaitu pada bagian akar terdapat puru akar yang berisi paket
telur, daun layu kemudian menguning, dan pertumbuhan terhambat atau kerdil.
DAFTAR PUSTAKA
Dalmadiyo,
G. 2004. Kajian interaksi infeksi nematoda puru akar (Meloidogyne incognita)
dengan bakteri Ralstonia solanacaerum pada tembakau temanggung
(Disertasi). Universitas Gajah Mada. Yokyakarta.
Koike,
S.T., Subbarao, K.V., David, R.M and Turini, T.A. 2003. Vegetable diseases
caused by soilborne pathogens. University of Calofornia. Division of
Agriculture and natural Resources.
Manici,
L. M., F. Caputo and G. Baruzzi. 2005. Additional experiences to elucidate
microbial component of soil suppressiveness towards strawberry black root rot
complex. Annual Applied Biology 146:421-431.
Ownley,
B.H., B.K. Duffy and D. M. Weller. 2003. Identification and manipulation of
soil properties to improve the biological contro performance of phenazine-
producing Pseudomonas fluorescens. Applid and Environmental Microbiology
69(6):3333-3343.
Pracaya,
2007. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rahayu,
M., Baliadi, Y., Prayogo, Y., Bedjo, Hardaningsih, S. 2011. Status, komposisi
species dan dominansi hama penyakit kedelai, musuh alami dan tanaman inang hama
penyakit kedelai di lahan pasang surut. Laporan Akhir. Balai Penelitian Tanaman
Kacangkacangan dan Umbi-umbian Malang. 37 hlm.
Schaad,
N.W., J.B. Jones, and W. CHUN. 2001. Laboratory Guide for Identification of
Plant Pathogen Bacteria. Third Edition. APS Press. St. Paul Minnessota.373p.
Sudantha,
I M. 2009. Karakterisasi dan Virulensi Jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense
Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang dan Pengendaliannya Secara Hayati
Menggunakan Jamur Saprofit Trichoderma spp. Prosiding Seminar Hasil
Penelitian. Universitas Mataram. Mataram.
Tjahjadi,
N., 2005. Hama dan Penyakit Tanaman. Kanisius, Palembang.








Komentar
Posting Komentar