PENETAPAN LEMAK KASAR METODE EKSTRAKSI SOXHLET
PENETAPAN LEMAK KASAR METODE EKSTRAKSI SOXHLET
(Laporan
Praktikum Biokimia Tanaman)
Oleh
:
Samsudin
1710517210017
Kelompok
Oksigen (O2)
PROGRAM
STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR
ISI...............................................................................................
i
DAFTAR
TABEL.......................................................................................
ii
PENDAHULUAN......................................................................................
1
Latar Belakang.................................................................................
1
Tujuan.............................................................................................. 3
TINJAUAN
PUSTAKA........................................................................... 4
BAHAN
DAN METODE...........................................................................
7
Alat dan Bahan................................................................................
7
Alat......................................................................................... 7
Bahan...................................................................................... 7
Waktu dan Tempat...........................................................................
7
Prosedur Kerja.................................................................................
7
HASIL
DAN PEMBAHASAN..................................................................
9
Hasil.................................................................................................
9
Pembahasan...................................................................................... 9
KESIMPULAN
DAN SARAN..................................................................
12
Kesimpulan...................................................................................... 12
Saran................................................................................................ 12
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR
TABEL
Nomor Halaman
1. Hasil
Penimbangan Sampel dan Perhitungan Kadar Lemak
Kasar............................................................................................... 9
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kacang tanah
memiliki beberapa manfaat yang paling banyak kacang tanah digunakan sebagai
bahan makanan oleh masyarakat tetapi begitu banyaknya konsumsi kacang tanah di
dalam masyarakat kurang dapat memenuhi konsumsi kacang tanah sehingga produksi
kacang tanah mengalami penurunan selain memiliki kebutuhan yang banyak. Kacang
tanah sebagai bahan makanan yang paling banyak digunakan oleh bahan baku
industry yang diubah dengan bentuk lain seperti kacang atom, rempeyek, manisan
dan lain-lain (Pitojo, 2005).
Kacang kedelai
yang tergolong genus Glycine mempunyai banyak spesies yang
merupakan susunan genom diploid (2n) dengan 20 pasang kromosom antara lain
spesies Glycine clandestina, Glycine falcata, Glycine
tabacina (Suhaeni, 2008).
Salah satu
kekhasan dari sistem perakaran tanaman kedelai adalah adanya interaksi
simbiosis antara bakteri nodul akar (Rhizobium japanicum) dengan
akar tanaman kedelai yang menyebabkan terbentuknya bintil akar. Bintil akar
sangat berperan dalam proses fiksasi Nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman
kedelai untuk kelanjutan pertumbuhannya (Sarwanto, 2008).
Kedelai
merupakan salah satu diantara beberapa komoditas tanaman yang memiliki nilai
ekonomis penting di indonesia. Hal tersebut terkait dengan peran biji kedelai
sebagai sumber protein nabati dengan harga yang murah. Akibat permintaan terus
meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Namun demikian,
permintaan tersebut belum dapat segera terpenuhi sebagai akibat masih rendahnya
tingkat produktivitas tanaman tersebut. Produksi kedelai maksimal tahun 2010
sebanyak 962,540 ton, dan itu hanya mampu untuk mencukupi sekitar 43% dari
kebutuhan nasional. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka upaya yang bertujuan
untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai perlu dilakukan yaitu
perbaikan sifat fisik tanah (BPS, 2010).
Kacang Tunggak (Vigna
unguiculata L. Walp.) adalah kacang-kacangan tahunan yang berasal dari
Afrika dan banyak ditanam di Afrika, Amerika Latin, Asia Tenggara dan di
Amerika Serikat bagian selatan. Kacang ini terutama digunakan sebagai tanaman
biji-bijian, untuk pakan ternak dan sebagai sayuran. Kacang tunggak dianggap
sebagai yang paling penting kacangan butir makanan di padang sabana yang kering
Afrika tropis dan yang paling penting legum Afrika pribumi baik untuk rumah dan
sebagai tanaman tunai. Pengerek polong kacang tunggak (Maruca vitrata)
merupakan salah satu hama lepidoptera yang serius yang menimbulkan kerusakan
parah pada kacang tunggak pada lahan petani. Dalam infestasi parah menghasilkan
kerugian antara 70 sampai 80% telah dilaporkan. (Mohammed, 2014).
Saat ini kondisi
perbenihan bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) di Indonesia
perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius. Hal ini karena petani masih
menggunakan benih asal-asalan dan tidak bersertifikat sehingga benih yang
digunakan kurang bermutu. Ketersediaan bibit bawang merah (Allium cepa var.
ascalonicum) mengalami kesulitan karena keterbatasan varietas lokal yang
ada, karena petani lebih memilih untuk mengembangkan varietas asal impor,
seperti varietas impor Thailand dan Peking yang ukurannya lebih besar,
kandungan airnya lebih banyak serta warnanya lebih pucat, sementara aromanya
jauh lebih rendah dibandingkan bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum)
varietas lokal. Meski demikian, bawang merah varietas ini dinilai lebih tahan
terhadap serangan hama bawang sehingga banyak ditanam petani (Basuki, 2005).
Penggunaan
bawang merah pada berbagai menu masakan sudah tidak asing lagi, baik sebagai
penambah rasa dan keindahan (estetika) pada menu, serta sebagai sumber beberapa
vitamin dan mineral. Hasil analisis bahan menunjukan bahwa pada 100 g umbi
bawang merah mengandung 1,5 g Protein, 0,3 g Lemak, 9,2 g Karbohidrat, 36 mg
Kalsium, 40,0 mg Besi, 0,03 mg Vitamin B, 2,0 mg Vitamin C, dan air 88 g. Hasil
studi menunjukkan bahwa usahatani bawang merah yang diusahakan oleh petani di
Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada umumnya layak dan menguntungkan (Amin,
2004).
Tujuan
Adapun
tujuan dari praktikum ini adalah untuk memahami cara melakukan analisis lemak
kasar dengan metode ekstraksi soxhlet, dapat melakukan perhitungan kadar lemak
kasar dan mampu menganalisis kadar lemak berbagai jenis bahan atau produk
makan.
TINJAUAN PUSTAKA
Lemak dan minyak
merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Selain itu minyak dan lemak juga
merupakan sumber energi yang lebih efektif dibanding dengan karbohidrat dan
protein. Satu minyak dan lemak dapat menghasilkan 9 kkal/gram sedangkan protein
dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kkal/gram. Lemak dan minyak terdapat hampir di semua bahan pangan
dengan kandungan yang berbeda-beda. Tetapi minyak dan lemak sering kali
ditambahkan dengan sengaja ke bahan makanan dengan berbagai tujuan. Lemak yang
ditambahkan ke dalam pangan atau
dijadikan bahan pangan membutuhkan persyaratan dan sifat-sifat tertentu
(Budiyanto, 2005).
Lipid (dari kata
yunani Lipos. Lemak) merupakan penyusun tumbuhan atau hewan yang dicerikan oleh
sifat kelarutannya. Terutama lipid tidak bisa larut dalam air, tetapi larut
dalam larutan non polar seperti eter. Lemak atau minyak ialah triester dari
gliserol dan disebut trigliserida. Bila minyak atau lemak dididihkan dengan
alkali, kemudian mengasamkan larutan yang dihasilakan, maka akan didapatkan
gliserol dan campuran asam lemak. Reaksi ini disebut penyabunan (Hart, 2003).
Lemak/minyak
merupakan asam karboksilat/asam alkanoat jenuh alifatis (tidak terdapat ikatan rangkap C=C dalam rantai alkilnya, rantai
lurus, panjang tak bercabang) dengan gugus utama –COOH dalam bentuk
ester/gliserida yaitu sesuatu jenis asam lemak atau beberapa jenis asam lemak
dengan gliserol suku tinggi. Asam lemak ialah asam yang diperoleh dari proses
penyabunan lemak/ minyak (Hart, 2003).
Disamping
kegunaannya sebagai bahan pangan, lemak dan minyak berfungsi sebagai bahan
pembuat sabun, bahan pelumas (misalnya minyak jarak), sebagai obat-obatan
(misalnya minyak ikan), sebagai pengkilap cat (terutama yang berasal dari
golongan minyak mengering) (Almatsier, 2004 ).
Lipid merupakan
kelompok senyawa yang penting bagi kelangsungan hidup stiap makhluk hidup.
Tubuh manusia mengandung lebih dari 15% lipid. Lipid berperan sebagai sumber
energi utama, cadangan energi terutama adalah kelompok lipid sederhana yang
disebut triasilgliserol. Disamping itu lipid berperan sebagai insulator,
sebagai penahan panas agar suhu tubuh dipertahankan dalam jarak normal
(Sinaga, 2012).
Lemak atau lipid merupakan kelompok senyawa
organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau manusia, dan yang
sangat berguna bagi kehidupan manusia. Lipid memiliki sifat fisika yang tidak
larut dalam air tetapi larut dalam satu atau lebih dari pelarut organik
misalnya eter, aseton, kloroform, dan benzena. Jaringan dalam tubuh seperti
disekitar ginjal mengandung banyak lemak, kira-kira 90%, dalam otak atau telur terdapat kira-kira 7,5-30%
(Poedjiadi, 2005).
Proses oksidasi
yang distimulir oleh logam jika berlangsung dengan intensif akan mengakibatkan
ketengikan dan perubahan warna (menjadi semakin gelap). Keadaan ini jelas
sangat merugikan sebab mutu minyak sawit menjadi menurun. Bila suatu lemak
dipanaskan, pada suhu tertentu timbul asap tipis kebiruan. Titik ini disebut
titik asap (smoke point). Bila pemanasan diteruskan akan tercapai flash point,
yaitu minyak mulai terbakar (terlihat nyala). Jika minyak sudah terbakar secara
tetap disebut fire point. Suhu terjadinya smoke point ini bervariasi dan
dipengaruhi oleh jumlah asam lemak bebas. Jika asam lemak bebas banyak, ketiga
suhu tersebut akan turun. Demikian juga bila berat molekul rendah, ketiga suhu
itu lebih rendah. Ketiga sifat ini penting dalam penentuan mutu lemak yang
digunakan sebagai minyak goreng (Winarno, 2002).
Alat dan Bahan
Alat
Adapun
alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah mortal, pastle, seperangkat
soxhlet, alat pemanas soxhlet, timbangan neraca analitik, pemberat dan oven.
Bahan
Adapun
bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah tanaman Kertas saring, pelarut
lemak (petroleum benzine), bawang merah, kacang tanah, kacang kedelai, dan
kacang nagara.
Waktu dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari Kamis,
tanggal 10 April 2019, pukul 09.50-11.30 WITA. Di laboraturium Kimia Analisis
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat
Banjarbaru.
Prosedur Kerja
Adapun prosedur
kerja praktikum kali ini adalah :
1. Oven
labu alas
selama 6 jam, serta oven juga sampel
1
jam pada suhu 800C.
2. Haluskan
sampel dengan menggunakan mortal dan pastle.
3. Timbangan
sampel yang sudah dihaluskan sebanyak 5 gram
4. Setelah
sampel ditimbang, sampel dibungkus dengan kertas saring sebanyak 2 lapis lalu
ikat dengan benang
5. Setelah
itu masukkan sampel yang telah dibungkus ke dalam tabung soxhlet beserta
pemberat
6. Lalu
timbang dengan neraca analitik
7. Masukkan
pelarut lemak ke dalam labu alas sebanyak 150 ml
8. Sambungkan
labu alas dengan soxhlet, kemudian sambungkan lagi dengan kondensor beserta hot
plate yang telah dipanaskan terlebih dahulu
9. Kemudian
lakukan ekstraksi selama 4 jam
10. Sampel
yang telah di ekstraksi, dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 800C,
hingga pelarut lemak menguap
11. Perhitungan
:
% lemak =
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil dari praktikum kali ini
adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Penimbangan Sampel dan Perhitungan
Kadar Lemak Kasar
|
No
|
Jenis sampel
|
Berat sesudah oven
|
Berat labu
|
Berat sampel
|
Lemak
|
|
1
|
Kacang tanah
|
104,60
|
102,73
|
5,04
|
0,37
|
|
2
|
Kacang kedelai
|
93,59
|
92,82
|
5,01
|
0,15
|
|
3
|
Kacang nagara
|
96,59
|
96,54
|
5,02
|
0,009
|
|
4
|
Bawang merah
|
84,57
|
84,56
|
5,04
|
0,001
|
Rumus mencari
kadar lemak (%) dapat digunakan rumus
% lemak =
a. Perhitungan
untuk lemak kacang tanah
% lemak =
b.
Perhitungan lemak untuk
kacang kedelai
% lemak =
c. Perhitungan
lemak untuk kacang nagara
%
lemak =
d. Perhitungan
lemak untuk bawang merah
% lemak =
Pembahasan
Pada
praktikum kali ini membahas tentang penetapan
lemak kasar metode ekstraksi soxhlet menggunakan bahan kacang kedelai, kacang
tanah, kacang nagara dan bawang merah. Hal pertama yang dilakukan adalah
mengoven terlebih dulu selama ± 6 jam dan bahan yang akan diekstraksi juga
dilakukan seperti itu, tetapi karena kacang kedelai yang digunakan sudah dalam
kondisi kering maka langsung kacang tersebut dihaluskan menggunakan alat
penggerus sampai halus, tujuan menghaluskan kacang kedelai adalah untuk
mempermudah proses ekstraksi nantinya.
Selanjutnya menimbang berat kacang
tanah, kacang kedelai, kacang nagara dan bawang merah yang telah dihaluskan sebelumnya, didapatkan
berat 5,04 gram untuk kacang tanah, 5,01 gram untuk kacang kedelai, 5,02 gram
untuk kacang nagara,dan 5,04 gram untuk
bawang merah. setelah itu membungkus kacang kedelai tersebut menggunakan kertas
saring sebanyak 2 kali dan ikat dengan benang agar bungkus kacang kedelai
tersebut tidak dapat terbuka. lalu masukkan kedalam alat soxhlet dengan
pemberat secara hati-hati. selanjutnya memasangkan soxhlet dengan labu alas,
kemudian memasukkan 150 ml natroleum benzine kedalam soxhlet, lalu pasangkan
pada seperangkat soxhlet dan lakukan pengekstraksikan selama 4 jam, setelah itu
dinginkan didalam desikator, selanjutnya setelah dingin lakukan penimbangan
berat sesudah di oven dan didapatkan 104,60 gram untuk kacang tanah, 93,59 gram
untuk kacang kedelai, 96,59 gram, dan 84,57 gram untuk bawang merah.
Kemudian
melakukan perhitungan untuk menentukan % kadar lemak kacang tanah dengan rumus %
lemak sama dengan berat alas labu oven dikurang berat labu dibagi berat sampel
dan dikalikan dengan 100%. Dimasukkan angka yaitu % lemak = 104,60 gram –
102,73 gram / 5,04 gram × 100% = 0,37 % kadar lemak dari kacang tanah
yang dibuat. Kadar lemak kacang kedelai dengan rumus % lemak sama dengan berat
alas labu oven dikurang berat labu dibagi berat sampel dan dikalikan dengan
100%. Dimasukkan angka yaitu % lemak = 93,59 gram - 92,82 gram / 5,01
gram × 100% = 0,15 % kadar lemak dari kacang kedelai yang didapat.
Melakukan
perhitungan untuk menentukan kadar lemak kacang nagara dengan rumus % lemak
sama dengan berat alas labu oven dikurang berat labu dibagi berat sampel dan
dikalikan dengan 100%. Dimasukkan angka yaitu % lemak = 96,59 gram – 96,54 gram
/ 5,02 gram × 100% = 0,009 % kadar lemak dari kacang nagara, dan kadar
lemak bawang merah dengan rumus % lemak sama dengan berat alas labu oven
dikurang berat labu dibagi berat sampel dan dikalikan dengan 100%. Dimasukkan
angka yaitu % lemak = 84,57 gram – 84,56 gram / 5,04 gram × 100% = 0,001
% kadar lemak dari bawang merah.
Berdasarkan
hasil kadar lemak yang telah dihitung sebelumnya membuktikan bahwa kacang tanah
mengandung kadar lemak lebih banyak dibandingkan dengan kacang kedelai, kacang
nagara maupun bawang merah yaitu sebesar 0,37%, sedangkan kadar lemak paling
rendah didapat pada kacang nagara yaitu hanya sebesar 0,001%.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari
praktikum kali ini adalah
1. Fungsi
dari petroleum benzine adalah untuk melarutkan lemak saat melakukan ekstraksi.
2. Fungsi
menghaluskan bahan seperti kacang tanah, kacang kedelai, kacang nagara, dan
bawang adalah untuk mempermudah proses pengekstraksikan menggunakan soxhlet.
3. Kadar
lemak kacang tanah 0,37 %, kacang kedelai 0,15%, kacang nagara 0,009%, dan pada
bawang merah 0,001%.
4. Kadar
lemak tertinggi terdapat pada kacang tanah yaitu sebesar 0,37 %. Sedangkan kadar
lemak terendah terdapat pada kacang nagara yaitu hanya sebesar 0,009 %.
Saran
Sebaiknya
ruangan laboratorium memiliki pendingin ruangan agar tidak membuat praktikan
kegerahan saat melakukan praktikum, saat kegiatan praktikum berlangsung para asisten diharap
memperhatikan praktikan melakukan proses demi proses praktikum yang dilakukan
oleh para praktikan.
DAPTAR PUSTAKA
Almatsier, S, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT.
Gramedia Pustaka Umum. Jakarta.
Amin A, 2004. Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Pemasaran Komoditi Agribisnis Bawang Goreng di Kota Palu. J.
Agroland II No.4, Desember 2004.
Basuki, S. R. 2005. Penelitian Daya
Hasil dan Preferensi Petani terhadap Varietas Bawang Merah
Lokal dari Berbagai Daerah. Laporan Hasil Penelitian APBN 2005- ROPP DI
. 8 Hlm
Budiyanto, Silsia.D, Efendi,Z. 2008. “Perubahan
Kandungan β-Karoten dan Kandungan Asam Lemak Bebas Minyak Sawit Merah Selama
Pemanasan”, Seminar Nasional Sains dan Teknologi II, hlm : 207 – 215
Badan Pusat Statistik. 2010. Angka tetap tahun 2005
dan Angka ramalan II tahun 2006. Produksi Tanaman Pangan BPS (9 disingkat ).
Jakarta.
Mohammed, B.S. 2014. Response of transgenic Bt
cowpea lines and their hybrids under field conditions. Zaria : Department of
Plant Science, Ahmadu Bello University
Hart, H. 2003. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat.
Erlangga. Jakarta.
Pitojo, S. 2005.
Benih Kacang Tanah. Kanisius. Yogyakarta. 75 hlm.
Poedjiadi, A.
2005. Dasar-dasar Biokimia. UI Press. Jakarta.
Sarwanto,
A. 2008. Budidaya kedelai tropika. Penebar swadaya. Jakarta.
Sinaga, E.
2012. Dasar Biokimia. PT. ISFI. Jakarta Barat.
Suhaeni, N. 2007. Petunjuk Praktis Menanam
Kedelai. Nuansa. Bandung.
Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan
dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
LAMPIRAN
Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3.

Gambar 4. Gambar 5.
Keterangan :
Gambar 1. Proses menghaluskan kacang tanah
Gambar 2. Proses menghaluskan bawang merah
Gambar 3. Proses melakukan pemasangan soxhlet
Gambar 4. Proses memasukkan pelarut lemak (petroleum
benzine)
Gambar
5.Proses mengekstrak kacang tanah dan bawang merah pada soxhlet aparatus
Komentar
Posting Komentar