PEMURNIAN DAN PENGAMATAN


PEMURNIAN DAN PENGAMATAN
(Laporan Praktikum Patogen Tular Tanah)




                                                                                 


Oleh :
Samsudin
1710517210017
Kelompok 5









PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI...............................................................................................              i
DAFTAR TABEL.......................................................................................             ii
PENDAHULUAN......................................................................................            1
Latar Belakang.................................................................................            1
Tujuan..............................................................................................             2
TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................             3
BAHAN DAN METODE...........................................................................            5
Alat dan Bahan................................................................................            5
Alat.........................................................................................             5
Bahan......................................................................................             5
Waktu dan Tempat...........................................................................            6
Prosedur Kerja.................................................................................            6
HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................            8
Hasil.................................................................................................            8
Pembahasan......................................................................................             9
KESIMPULAN...........................................................................................          11
DAFTAR PUSTAKA                                                                                               





DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                        Halaman
1.  Pengamatan Pemurnian Secara Makroskopik dan Mikroskopik............            9

PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Biasanya zat murni telah tercemar dengan zat-zat lain yang dapat membentuk campuranyang bersifat homogen dan heterogen yang bergantung pada jenis komponen yang tergantung didalamnya. Zat murni ada dua yaitu unsur dan senyawa, sedangkan campuran merupakan gabungan dua zat murni dengan komposisi sembarangan.
Zat murni yang telah tercemar mengandung zat-zat lain dalam bentuk gas, cair, atau padatan. Dibumi jarang terdapat materi dalam keadaan murni, melainkan dalam bentuk campuran. Contohnya, air laut terdiri dari iar dan berbagai zat yang tercampur didalamnya,misalnya garam. Tanah terdiri dari berbagai senyawa dan unsur baik dalam wujud padat, cair,atau gas. Udara yang kita hirup setiap hari mengandung bermacam-macam unsur dan senyawa,seperti oksigen, nitrogen, uap air, karbon monoksida, dan sebagainya. Untuk memperoleh zat murni kita harus memisahkannya dari bahan-bahan pencemar atau pencampuran lainnya pada suatu campuran dengan sistem pemisahan dan pemurnian.
Banyak cara atau teknik yang dilakukan dalam pemisahan campuran. Hal tersebut bergantung pada jenis, wujud, dan sifat komponen yang terkandung didalamnya, seperti pemisahan pemisahan zat padat dari suspensi, pemisahan zat padat dari larutan, pemisahan campuran zat cair, pemisahan campuran dua jenis padatan.
observasi adalah mengumpulkan data atau keterangan yang harus dijalankan dengan melakukan usaha-usaha pengamatan secara langsung ke tempat yang akan diselidiki. kata observasi berarti suatu pengamatan yang teliti dan sistematis, dilakukan secara berulang-ulang. Metode observasi seperti yang dikatakan Hadi dan Nurkancana adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis baik secara langsung maupun secara tidak langsung pada tempat yang diamati (Arikunto, 2006).
Pada dasarnya teknik observasi digunakan untuk melihat dan mengamati perubahan fenomena–fenomena social yang tumbuh dan berkembang yang kemudian dapat dilakukan perubahan atas penilaian tersebut, bagi pelaksana observaser untuk melihat obyek moment tertentu, sehingga mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan (Margono, 2007).

Tujuan
            Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui cara melakukan pemurnian, pengamatan serta mengidentifikasi jenis bakteri pada sebuah biakan.
TINJAUAN PUSTAKA
Di alam terdapat banyak mikroorganisme yang hidup. Mikroorganisme yang terdapat di alam tersebut terdapat dalam bentuk kumpulan massa sel atau koloni. Untuk mempelajari suatu jenis koloni dan sifat mikroorganisme tersebut, kita memerlukan teknik pembiakan mikroorganisme terlebih dahulu.Setelah di biakan, kita perlu menghitung atau menentukan banyaknya mikroba untuk mengetahui seberapa jauh sampel itu tercemar oleh mikroba. Karena bakteri adalah mikroba uniseluler yang bersifat transparan (Madigan, 2009).
Sel bakteri dapat mensekresikan lendir ke permukaan dinding selnya. Lendir yang terakumulasi di permukaan terluar dinding sel akan membentuk kapsul. Kapsul ini berfungsi untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang buruk. Bakteri yang berkapsul lebih sering menimbulkan penyakit dibandingkan dengan bakteri yang tidak berkapsul (Madigan, 2009).
Sebagai alternatif, suspensi asal dapat distreak pada lempeng agar dengan sengkelit. Pada saat streak berlangsung terus, makin sedikitsel tertinggal pada sengkelit dan akhirnya sengkelit meninggalkan sel-seltunggal pada agar. Lempeng agar diinkubasi, dan setiap koloni terpisahyang baik akan dipindahkan, disuspensi dalam air dan distreak lagi pada agar. Jika suspensi (dan tidak hanya sejumlah pertumbuhan dari koloni atau slant) distreak, metode ini dapat dipercaya dan lebih cepat dari metode pour plate (Brooks, 2001).
Isolat bakteri yang diperoleh diamati morfologi koloni dengan melihat bentuk koloni, warna, tepian dan elevasi pada medium agar lempeng, agar tegak dan agar miring. Sedangkan morfologi sel ditentukan dengan melihat olesan biakan yang sudah diwarnai dibawah mikroskop dan melihat bagaimana bentuk sel, sifat gram, dan kemampuan membentuk spora dari bakteri tersebut (Pelczar dan Chan, 2006).
Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884. Dengan metode ini. Bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua yatu, bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bias dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp (Waluyo, 2004).


BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1.      Cawan petri
2.      Lampu bunsen
3.      Jarum ose
4.      LAF
5.      Mikroskop
6.      Pipet tetes
7.      Slide glass
8.      Cover glass

Bahan
            Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1.      Media PDA/ NA
2.      Hasil isolasi
3.      Alkohol 70%
4.      Crystal violet
5.      Hasil pemurnian



Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 4 April 2019, pada pukul 14.50-16.50 WITA. di Laboratorium Fitopatologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur kerja
            Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah :
A.    Pemurnian
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Menyemprot tangan dengan alkohol agar steril kemudian buka cawan petri yang berisi pathogen lalu panaskan bibir cawan petri.
3.      Mengambil salah satu koloni pathogen yang ingin dimurnikan menggunakan jarum ose.
4.      Meletakkan koloni kedalam media yang baru.
5.      Memanaskan kembali bibir cawan petri kemudian menutup dengan cling warp.
6.      Mengamati koloni yang tumbuh setelah beberapa hari.
B.     Pengamatan
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Memijarkan cawan petri yang berisi hasil permurnian diatas lampu bunsen.
3.      Memijarkan cover glass dan jarum ose diatas lampu bunsen.
4.      Mengambil isolat pemurnian dengan jarum ose, kemudian letakkan pada 2 sisi berbeda di cover glass.
5.      Meneteskan crystal violet pada isolat kemudian bilas perlahan dengan aquades.
6.      Lakukan pengamatan secara mikroskopik dibawah mikroskop.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
            Adapun hasil praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Pengamatan Pemurnian Secara Makroskopik dan Mikroskopik
No
Gambar
Keterangan
1

Secara makro pada pemurnian batang ditemukan bakteri tumbuh menyebar memanjang dan memiliki warna ungu. Sedangkan pada pemurnian tanah ditemukan bakteri tumbuh pada satu tempat, tidak menyebar dan terdapat beberapa koloni besar.
2

Secara mikro pada pemurnian tanah ditemukan bakteri yang berbentuk bulat (kokus) dan berwarna kecoklatan serta menyebar hampir semua permukaan.
3

Secara mikro pada pemurnian batang ditemukan bakteri yang berbentuk bulat (kokus) dan berwarna kecoklatan dan sebagian permukaan tidak dapat diamati karena tertutup oleh crystal violet.

Pembahasan
            Pada praktikum kali ini membahas tentang pemurnian dan pengamatan melanjutkan tentang praktikum minggu kemarin yang masih ada kaitannya dengan praktikum kali ini. Pada saat melakukan pengamatan Secara makroskopik pada pemurnian batang ditemukan bakteri tumbuh menyebar memanjang dan memiliki warna ungu. Sedangkan pada pemurnian tanah ditemukan bakteri tumbuh pada satu tempat, tidak menyebar dan terdapat beberapa koloni besar.
            Secara mikroskopik pada pemurnian tanah ditemukan bakteri yang berbentuk bulat (kokus) dan berwarna kecoklatan serta menyebar hampir semua permukaan Sedangkan pada pemurnian batang ditemukan bakteri yang berbentuk bulat (kokus) dan berwarna kecoklatan dan sebagian permukaan tidak dapat diamati karena tertutup oleh crystal violet.
            Pada saat diteteskan pengujian gram menggunakan crystal violet pada isolat bakteri batang dan tanah yang telah diambil sebelumnya dengan jarum ose, isolat tetap berwarna biru ketika kurang dari 5 menit dibilas secara perlahan dengan aquades, ini menunjukkan bahwa bakteri tersebut merupakan gram positif sedangkan pada saat pengamatan dibawah sinar UV tidak ditemukan cahaya hal ini membuktikan bahwa isolat bakteri tersebut tidak bisa berflourescent atau memiliki cahaya.
            Bakteri gram positif merupakan bakteri yang mempertahankan warna ungu  gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram negatif tidak mempertahankan warna ungu dan akan berwarna merah muda. Bakteri gram positif memiliki selapis dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal. Setelah pewarnaan dengan kristal violet, pori-pori dinding sel menyempit akibat dekolorisasi oleh alkohol sehingga dinding sel tetap menahan warna biru. Bakteri gram negatif memiliki 3 lapisan dinding sel. Lapisan terluar yaitu lipoposakarida (lipid) kemungkinan tercuci oleh alkohol, sehingga pada saat diwarnai dengan safranin akan berwarna merah. Hal ini sesuai dengan Suriawiria (1999) yang menyatakan bahwa Perbedaan warna antara bakteri Gram Negatif dan bakteri Gram Positif disebabkan oleh adanya perbedaan struktur pada dinding sel nya. Dinding Gram Positif mengandung banyak peptidoglikan, sedangkan dinding bakteri Gram Negatif banyak mengandung lipopolisakarida. Kristal violet bersifat basa sehingga mampu berikatan dengan sel mikroorganisme yang bersifat asam , dengan begitu sel mikroorganisme yang transparan akan terlihat berwarna ungu.


KESIMPULAN
            Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Secara makroskopik pada pemurnian batang ditemukan bakteri tumbuh menyebar memanjang dan memiliki warna ungu. Sedangkan pada pemurnian tanah ditemukan bakteri tumbuh pada satu tempat, tidak menyebar dan terdapat beberapa koloni besar.
2.      Secara mikroskopik pada pemurnian tanah ditemukan bakteri yang berbentuk bulat (kokus) dan berwarna kecoklatan serta menyebar hampir semua permukaan. Sedangkan pada pemurnian batang ditemukan bakteri yang berbentuk bulat (kokus) dan berwarna kecoklatan dan sebagian permukaan tidak dapat diamati karena tertutup oleh crystal violet.
3.      Bakteri gram positif merupakan bakteri yang mempertahankan warna ungu  gelap setelah dicuci dengan alkohol.
4.      Tidak ditemukan cahaya ketika isolat diamati dibawah sinar UV, ini membuktikan bahwa bakteri yang tumbuh tidak dapat berfluorescens.
Pada saat pengujian dengan crystal violet untuk pengujian gram, warna ungu masih melekat setelah dibilas dengan aquades


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bumi Aksara. Jakarta.
Brooks, G.F., Janet, S.B., Stephen A.M. 2001. Jawetz, Melnick and Adelbergs, Mikrobiologi Kedokteran, Alih Bahasa oleh Mudihardi, E., Kuntaman, Wasito, E.B., Mertaniasih, N.M., Harsono, S., dan Alimsardjono, L. Penerbit Salemba Medika. Jakarta.
Madigan, M.T., J.M. Martinko, and J. Parker. 2009. Biology of Microorganisms. 12th ed. New York: Prentice Hall International.
Margono S. Drs. 2007. Metologi Penelitian Pendidikan Komponen MKDK. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Pelczar, Michael J. dan E.C.S Chan. 2006. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit
Universitas Indonesia. Jakarta.
Waluyo, lud. 2004. Mikrobiologi Umum. UMM Press. Malang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGHITUNG KERAPATAN KOLONI BAKTERI DENGAN MENGGUNAKAN COLONY COUNTER

ISOLASI PATOGEN PADA TANAMAN BERGEJALA

AKTIVITAS ENZIM PAPAIN