CARA MENGHITUNG POPULASI PATOGEN TULAR TANAH
CARA MENGHITUNG POPULASI PATOGEN TULAR TANAH
(Laporan
Praktikum Patogen Tular Tanah)
Oleh
:
Samsudin
1710517210017
Kelompok
5
PROGRAM
STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI...............................................................................................
i
DAFTAR TABEL.......................................................................................
ii
PENDAHULUAN......................................................................................
1
Latar Belakang.................................................................................
1
Tujuan.............................................................................................. 2
TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................. 3
BAHAN
DAN METODE...........................................................................
5
Alat dan Bahan................................................................................
5
Alat......................................................................................... 5
Bahan...................................................................................... 5
Waktu dan
Tempat...........................................................................
5
Prosedur
Kerja.................................................................................
5
HASIL
DAN PEMBAHASAN..................................................................
7
Hasil.................................................................................................
7
Pembahasan...................................................................................... 9
KESIMPULAN...........................................................................................
12
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR
TABEL
Nomor Halaman
1.
Cara Perhitungan Populasi Patogen Tular
Tanah.................................. 7
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Pertumbuhan
adalah meningkatnya jumlah kuantitas massa sel dengan cara terbentuknya sel-sel
baru. Terjadinya proses pertumbuhan tergantung dari kemampuan sel dalam
membentuk protoplasma baru dari nutrient yang tersedia di lingkungan. Pada
bakteri, pertumbuhan secara aseksual dan disebut dengan pembelahan biner.
Pembelahan biner berlangsung dengan interval yang teratur dengan penambahan
atau kelipatan secara eksponensial. Fase pertumbuhan bakteri merupakan fase
pembelahan sek bakteri yang melalui beberapa fase yaitu, Fase lag, Fase
Logaritma/Exponensial, Fase Stasioner dan Fase Kematian.
Fase Lag
merupakan fase penyesuaian bakteri dengan lingkungan yang baru. Lama fase lag
pada bakteri sangat bervariasi, tergantung pada komposisi media, pH, suhu,
aerasi, jumlah sel pada inokulum awal dan sifat fisiologis mikro organisme pada
media sebelumnya. Fase Logaritma / eksponensial ditandai dengan terjadinya
periode pertumbuhan yang cepat. Setiap sel dalam populasi membelah menjadi dua sel.
Variasi derajat pertumbuhan bakteri pada fase eksponensial ini sangat
dipengaruhi oleh sifat genetik yang diturunkannya. Fase stasioner terjadi pada
saat laju pertumbuhan bakteri sama dengan laju kematiannya.Sehingga jumlah
bakteri keseluruhan bakteri akan tetap. Keseimbangan jumlah keseluruhan bakteri
ini terjadi karena adanya pengurangan derajat pembelahan sel. Fase Kematian
merupakan fase dimana laju kematian lebih besar. Dalam analisa mikrobiologi,
menghitung jasad renik mikroorganisme suatu sediaan, harus diperhitungkan
sifat-sifat dari bahan yang akan diperiksa, terutama: kelarutan, kemungkinan
adanya zat anti mikroba, dan derajat kontaminasi yang dperkirakan. Untuk
mempermudah penghitungan koloni diperlukan pengetahuan mengenai morfologi
bakteri tersebut sehingga media pertumbuhan yang akan digunakan sesuai dengan
sifat bakteri tersebut.
Ada 2 macam cara
perhitungan jumlah mikroba/bakteri, yaitu perhitungan secara langsung dan tidak
langsung. Perhitungan jumlah mikroba secara langsung yaitu jumlah mikroba
dihitung secara keseluruhan, baik yang mati atau yang hidup sedangkan
perhitungan jumlah miroba secara tidak langsung yaitu jumlah mikroba dihitung
secara keseluruhan baik yang mati atau yang hidup atau hanya untuk menentukan
jumlah mikroba yang hidup.
Untuk mengetahui
perkembangan atau pertumbuhan suatu bakteri membutuhkan pembuatan media dengan
metode perhitungan bakteri yang ada dalam media. Ada banyaknya metode yang
digunakan dalam menghitung jumlah bakteri secara kuantitatif dari suatu populasi
bakteri.
Penentuan jumlah
angka mikroorganisme sangat penting dilakukan untuk menetapkan keamanan suatu
sediaan farmasi dan makanan. Berbagai metode telah dikembangkan untuk
menghitung jumlah mikroorganisme. Metode tersebut menghitung jumlah sel, massa
sel, atau isi sel yang sesuai dengan jumlah sel
Tujuan
Adapun
tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui jumlah populasi patogen dalam
tanah
TINJAUAN PUSTAKA
Isolat bakteri
yang diperoleh diamati morfologi koloni dengan melihat bentuk koloni, warna,
tepian dan elevasi pada medium agar lempeng, agar tegak dan agar miring.
Sedangkan morfologi sel ditentukan dengan melihat olesan biakan yang sudah
diwarnai dibawah mikroskop dan melihat bagaimana bentuk sel, sifat gram, dan
kemampuan membentuk spora dari bakteri tersebut (Pelczar dan Chan, 2006).
Perhitungan
bakteri adalah suatu cara yang digunakan untuk menghitung jumlah colony bakteri
yang tumbuh pada suatu media pembiakan. Secara mendasar ada dua cara
penghitungan bakteri, yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Ada
beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat
preparat dari suatu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan
penggunaan ruang hitung (counting chamber). Sedangkan perhitungan secara tidak
langsung hanya mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih
hidup saja (viable count). Dalam pelaksanaannya ada beberapa cara yaitu
perhitungan pada cawan, perhitungan melalui pengenceran, perhitungan jumlah
terkecil atau terdekat (MPN methode), cara kekeruhan atau turbidimetri. Perhitungan
jumlah suatu bakteri dapat melalui berbagai macam uji seperti uji kualitatif
koliform yang secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji penduga (uji
kuantitatif, bisa dengan metode MPN), uji penguat dan uji pelengkap. Waktu,
mutu sampel, biaya, tujuan analisis merupakan beberapa faktor penentu dalam uji
kualitatif koliform. Bakteri koliform dapat dihitung dengan menggunakan metode
cawan petri (metode perhitungan secara tidak langsung yang didasarkan pada
anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu colony yang
merupakan suatu indeks bagi 5-6 jumlah organisme yang dapat hidup yang terdapat
pada sampel) (Dwidjoseputro, 2005).
Perhitungan
koloni untuk menghitung jumlah total pertumbuhan mikroorganisme kapang dan
bakteri dilakukan dengan cara pengenceran. Pengertian istilah propagul
diberikan bagi kapang sebagai struktur reproduksi dalam bentuk potongan
populasi hifa atau miselium. Sedangkan pengertian koloni diberikan untuk
bakteri yang diartikan sebagai bagian dari populasi individu mikroorganisme
dari jenis yang sama setelah dipisahkan (Permana dan Kusmiati, 2007).
Ada berbagai
cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu, cara pengenceran, cara
penuangan, cara penggesekan, atau penggoresan, cara penyebaran, cara pengucilan
1 sel, dan cara inokulasi pada hewan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan
(Waluyo, 2007).
Untuk metode
streak plate misalnya, mikroba diletakan didalam pada ujung palte mengguanakan
ose, lalu digoreskan pada permukaan medium agar tersebut dengan pola tertentu
yang khas. Ada pula metode Pour Plate atau penuangan. Metode ini dapat
digunakan untuk penghitungan bakteri secara langsung. Karena sebelum dituang
bakteri tersebut diencerkan terlebih dahulu. Sehingga syarat penghitungan
langsung yaitu dalam 1 media terdapat 30-300 koloni dapat terpenuhi (Prescott et
al., 2008).
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat yang
digunakan dalam praktikum ini adalah vortex, shaker, botol kaca, laf, tabung
reaksi, rak tabung reaksi, neraca analitik, gelas ukur, cawan petri, jarum
suntik 10 ml dan 1 ml.
Bahan
Adapun
bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah air steril, tanah tanaman
pepaya yang bergejala sebanyak 10 gram, aluminium foil, cling warp, media NA
dan PDA.
Waktu
dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 9 April 2019, pada pukul 14.50-16.50
WITA. di Laboratorium Fitopatologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas
Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur
kerja
Adapun
prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah :
1. Menyiapkan
alat dan bahan.
2. Menimbang
tanah dari perakaran tanaman yang sakit sebanyak 10 gram.
3. Memasukkan
air kedalam botol kaca sebanyak 90 ml, kemudian tambahkan tanah yang sudah
ditimbang.
4. Menutup
botol kaca dengan aluminium foil dan cling warp.
5. Shaker
larutan tersebut selama 15 menit dengan kecepatan 150 rpm.
6. Menuangkan
air steril kedalam 6 tabung reaksi masing-masing 9 ml.
7. Mengambil
suspensi dari tanah sebanyak 1 ml, masukkan kedalam tabung reaksi kemudian
vortex, lakukan pengenceran sebanyak 6 kali.
8. Masukkan
9 ml media NA kedalam tabung reaksi kemudian ambil 1 ml dari pengenceran ke 6
dan vortex selama 1 menit sebelum divortex tabung reaksi ditutup dengan
aluminium foil.
9. Membuka
tutup aluminium foil, panaskan sebentar diatas lmapu bunsen kemudian tuangkan
suspensi pada cawan petri di LAF.
10. Inkubasi
selama 3 hari, kemudian hitung dengan colony counter.
11. Perhitungan
menggunakan rumus
S
=
Ket :
Fx = pengenceran
S = jumlah koloni/ml
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun
hasil praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Cara Perhitungan Populasi Patogen Tular
Tanah
|
No
|
Gambar
|
keterangan
|
|
1
|
![]() |
Tanah yang sudah ditimbang
sebanyak 10 gram.
|
|
2
|
![]() |
Memasukkan tanah kedalam botol
kaca yang telah diisi air sebanyak 90 ml.
|
|
3
|
![]() |
Shaker larutan sebelumnya selama
15 menit dengan kecepatan 150 rpm.
|
|
4
|
![]() |
Mengambil suspensi dari tanah
sebanyak 1 ml, masukkan kedalam tabung reaksi
|
tabel
1. Lanjutan
|
5
|
![]() |
Vortex suspensi sampai homogen, lakukan
hingga pengenceran suspensi sebanyak 6 kali.
|
|
6
|
![]() |
Vortex tabung reaksi yang berisi
media NA 9 ml dan suspensi pengencerann ke 6, sebelumnya tutup tabung reaksi
dengan aluminium foil.
|
|
7
|
![]() |
Menuangkan suspensi pada cawan
petri di Laminar Air Flow.
|
|
8
|
![]() |
Hasil inkubasi selama 3 hari
terdapat banyak koloni bakteri yang tumbuh.
|
|
9
|
![]() |
Menghitung jumlah koloni bakteri
yang hidup menggunakan alat colony counter.
|
2. Hasil Perhitungan Populasi Patogen Tular
Tanah
Diketahui
: jumlah colony : 36
Fx pengenceran : 10-6
ml suspensi : 0,1 ml
Ditanya
: S....?
Rumus
: S =

Jawab
: S = 
= 
= 36 × 107 CFU/ ml.
Pembahasan
Pada
praktikum kali ini tentang cara menghitung populasi patogen tular tanah. Tanah
yang digunakan adalah tanah dari tanaman pepaya yang sakit disebabkan oleh
salah satu patogen tular tanah, langkah pertama yang dilakukan adalah menimbang
sebanyak 10 gram tanah yang selanjutnya akan dimasukkan kedalam 90 ml air dalam
botol kaca. Langkah kedua yaitu menshaker botol kaca yang berisi suspensi tanah
selama 15 menit dengan kecepatan 150 rpm, dengan tujuan agar suspensi
benar-benar tercampur merata atau homogen, kemudian masukkan kedalam tabung
reaksi yang berisi air steril dan vortex hingga homogen, selanjutnya melakukan
pengenceran sebanyak 6 kali agar jumlah koloni yang tumbuh tidak terlalu banyak
dan tidak terlalu sedikit. Langkah ketiga yang dilakukan adalah memasukkan
suspensi pada cawan petri dibawah LAF, kemudian inkubasi selama 3 hari cawan
petri tersebut.
Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan
adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang
dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang
tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat
beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu: Metode gores
kuadran, dan metode agar cawan tuang Metode gores kuadran. Bila metode ini
dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana
setiap koloni berasal dari satu sel.
Pada praktikum
kali ini kami menggunakan metode cawan
tuang. Metode cawan tuang merupakan cara
lain untuk memperoleh koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme adalah
dengan mengencerkan spesimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan
didinginkan ( ± 500C ) yang kemudian dicawankan. Karena konsentrasi
sel-sel mikroba di dalam spesimen pada umunya tidak diketahui sebelumnya, maka
pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang-kurangnya satu di
antara cawan tersebut mengandung koloni terpisah di atas permukaan ataupun di
dalam agar. Metode ini memboroskan bahan dan waktu namun tidak memerlukan
keterampilan yang tinggi.
Colony counter adalah
alat bantu yang digunakan untuk
menghitung koloni bakteri yang ditumbuhkan di media yang disimpan dalam cawan
petridish. Jenis colony counter ada yang otomatis dan semi otomatis,
untuk yang otomatis adalah penghitungan jumlah sudah dilakukan secara otomatis
oleh sistem komputerisasi. Sedangkan yang semi otomatis adalah perhitungan
dengan cara menyentuh bakteri yang tumbuh kemudian alat akan menghitung secara
otomatis.
Cara Penggunaan Colony
Counter pertama nyalakan Saklar general, Atur knop sensifitas, dan saklar bunyi
beep, lalu Pilih “MODE (M)” kemudian sesuaikan kecerahan lampu atau warna dasar
yang sesuai dengan cara memilih panah atas atau bawah. Selanjutnya jika
ingin menambah kecerahan pada saat display huruf “L”/ light dan didepannya
nilai kecerahannya dengan memencet panah atas ataupun sebaliknya. Sedangkan jika
ingin merubah warna dasar maka pada saat display “C” / colour dan maka pilih
panah atas atau bawah. Lalu letakkan
cawan petridish pada permukaan yang ada garis kotak, kemudian hitung koloni
bakteri dengan cara menekan dan menandai bakteri yang tumbuh dengan menggunakan
spidol. Kemudian untuk memulai penghitungan lagi maka tekan tombol “R” /
Reset sehingga display akan terlihat angka 000.
Pada saat
penghitungan jumlah koloni yang tumbuh pada alat colony counter didapatkan 36,
selain juga didapatkan juga bahwa telah dilakukan pengenceran sebanyak 6 kali
berarti Fx adalah 10-6 dan ml suspensi yang digunakan adalah 0,1 ml.
Selanjutnya dimasukkan kedalam rumus S sama dengan jumlah koloni dibagi fx
pengenceran dikali dengan ml suspensi, kemudian dimasukkan angka pada rumus
tersebut sesuai dengan data yang didapatkan. Jumlah unit koloni per ml sama
dengan 36 dibagi 10-6 dikali 0,1 ml dan hasilnya adalah 36 × 107
CFU/ml (Colony Forming Unit per ml).
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Pengenceran
dilakukan sebanyak 6 kali agar jumlah koloni yang tumbuh tidak terlalu banyak
dan tidak terlalu sedikit.
2. Prinsip
pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga
diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya.
3. Metode
cawan tuang merupakan cara lain untuk
memperoleh koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme adalah dengan
mengencerkan spesimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan (
± 500C ) yang kemudian dicawankan.
4. Jumlah
koloni yang terdapat pada cawan perti yang dihitung pada colony counter adalah
36 dan hasil perhitungan jumlah koloni adalah 36 × 107 CFU/ml
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro,
D. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta.
Pelczar, Michael J. Dan E.C.S Chan. 2006.
Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit
Universitas Indonesia. Jakarta.
Universitas Indonesia. Jakarta.
Permana
D.R., dan Kusmiati. 2007. Isolasi Kapang Patogen Dari BahanKitosan
Sebagai Pengawet Makanan Snack Ubi Jalar (Ipomea batatas, L). LIPI.
Bogor..
Prescott, L. M, J. P. Harley, dan D. A. Klein. 2008.
Microbiology. 7th Ed. Mc Graw-Hill Book Company Inc. USA, p: 113-116
Waluyo, L. 2007.
Mikrobiologi Umum. UMM Press. Malang









Komentar
Posting Komentar