CARA MENGHITUNG POPULASI NEMATODA


CARA MENGHITUNG POPULASI NEMATODA
(Laporan Praktikum Patogen Tular Tanah)




                                                                                 

Oleh :
Samsudin
1710517210017
Kelompok 5













PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI...............................................................................................              i
DAFTAR TABEL.......................................................................................             ii
PENDAHULUAN......................................................................................            1
Latar Belakang.................................................................................            1
Tujuan..............................................................................................             2
TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................             3
BAHAN DAN METODE...........................................................................            5
Alat dan Bahan................................................................................            5
Alat.........................................................................................             5
Bahan......................................................................................             5
Waktu dan Tempat...........................................................................            5
Prosedur Kerja.................................................................................            5
HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................            7
Hasil.................................................................................................            7
Pembahasan......................................................................................             8
KESIMPULAN...........................................................................................          11
DAFTAR PUSTAKA                                                                                               





DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                        Halaman
1. Proses Pengamatan Nematoda.............................................................                7
2. Hasil Perhitungan Nematoda...............................................................                 8

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu syarat media tanam yang baik adalah bebas dari gangguan hama dan penyakit. Penyebab penyakit yang terjadi pada tumbuhan dapat disebabkan oleh mikroorganime dari berbagai jenis yang tidak bisa kita lihat dengan menggunakan mata telanjang. Dampak dari serangan penyakit berbeda-beda setiap jenis tumbuhan yang diserangnya. Mikroorganisme yang menyebabkan terjadinya penyakit pada tumbuhan seperti Jamur, Bakteri, Virus dan Nematoda.
Keberadaan penyebab penyakit tanaman tersebut sangat berbahaya bagi pertumbuhan tanaman, karena dapat menyebabkan terjadinya gangguan sehingga tanaman akan sakit bahkan mati. Tanaman yang sakit tidak bisa tumbuh secara normal dan akibatnya produksi tanaman tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penyebab penyakit pada tanaman yang disebutkan di atas diantaranya adalah Nematoda.
Nematoda dapat berperan sebagai hama dan juga sebagai penyakit, dikatakan sebagai hama karena nematoda dapat menyerang tanaman dari permukaan tanah dan digolongkan sebagai penyebab penyakit karena dapat masuk kedalam jaringan pembuluh pada akar tanaman. Nematoda merupakan mikroorganisme yang digolongkan ke dalam filum dunia hewan. Nematoda ketika dilihat di bawah mikroskop terlihat berupa cacing-cacing mikroskopis dengan ukuran tubuh yang sangat kecil dan berwarna bening.
Secara umum karena ukuran tubuh nematoda sangat kecil, para petani sangat sulit membedakan dengn penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Nematoda puru akar memiliki banyak tanaman inang, yaitu hampir semua tanaman sayuran dan masih banyak spesies tanaman lainnya. Nematoda dapat bertahan dalam keadaan yang tidak memungkinkan, itulah kelebihan dari mikroorganime patogen ini. Terdapat lima tahapan fase yang dihadapi oleh nematode, dari mulai telur sampai dengan dewasa. Nematoda puru akar (Meloidogyne sp) merupakan salah satu patogen bawah tanah yang menjadi kendala dalam pengembangan sayuran tingkat tinggi di daerah tropis dan inang utamanaya adalah tomat, wortel, mentimun, labu, kentang dan kubis. Tanaman yang terserang biasanya menjadi kurus, kerdil, hasil rendah dan memiliki kualitas rendah. Melihat fenomena bahwa banyaknya tanaman budidaya khususnya tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) yang terserang nematoda (Mustika, 2005).
Kehilangan hasil akibat serangan nematoda di seluruh dunia dapat mencapai US$ 80 milyar per tahun. Sementara itu kerugian ekonomi akibat serangan nematoda di Indonesia belum dapat diperkirakan dengan pasti mengingat belum adanya penelitian yang komprehensif dalam bidang ini. Serangan nematoda mengakibatkan berkurangnya fungsi akar secara normal, mengakibatkan pengangkutan unsur hara ke bagian jaringan tanaman di atas permukaan tanah makin berkurang (Mustika, 2005).

Tujuan
            Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui populasi nematoda.
TINJAUAN PUSTAKA
Tomat (Lycopersicum escelentum Mill.) merupakan salah satu tanaman hortilkultura yang banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia. Sebagai bahan makanan, tomat mengandung gizi yang tinggi. Disamping dikonsumsi sebagai sayur dan buah segar, tomat banyak dijual untuk bahan baku industri. Produksi tomat di jawa barat tahun 2007-2012 mengalami fluktuasi hasil. Pada tahun 2011-2012 produksi tomat di jawa barat mengalami penurunan hasil 17,14%, sedangkan luas lahan yang ditanami tomat meningkat 6,31%. Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi tomat adalah penyakit tanaman karena nematoda (Calvin dan Cook, 2005).
Apabila tanaman terserang oleh nematoda, sistem perakaran yang normal akan berkurang dan menyebabkan jaringan berkas pengangkut mengalami gangguan, akibatnya tanaman mudah layu khususnya dalam keadaan kering dan tanaman sering menjadi kerdil, pertumbuhan terhambat dan mengalami klorosis. Di lapangan, penyakit karena nematoda diperparah dengan infeksi sekunder dari patogen lain. Keparahan layu karena Ralstonia solanacearum dan Fusarium oxysporum semakin meningkat dengan keberadaan nematoda puru akar Meloidogyne incognita (Carneiro et al., 2010).
Serangan nematoda mengakibatkan berkurangnya fungsi akar secaranormal, mengakibatkan pengangkutan unsur hara ke bagian jaringan tanamandi atas permukaan tanah makin berkurang. Apabila tanaman terserang oleh nematoda, sistem perakaran yang normal akan berkurang dan menyebabkan jaringan berkas pengangkutmengalami gangguan, akibatnya tanaman mudah layu khususnya dalam keadaan kering dan tanaman sering menjadi kerdil, pertumbuhan terhambat dan mengalami klorosis (Mulyadi, 2009).
Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pengendalian nematoda bengkak akar ini seperti penggunaan tanaman perangkap, pergiliran tanaman, pemberoan lahan, pengendalian secara hayati, kimia, fisik, penggenangan lahan dan lain-lain sebagainya. Penggenangan lahan (flooding) sebelum tanam merupakan tindakan yang efektif untuk menekan populasi nematoda dalam tanah,sehingga aktifitas dari nematoda didalam tanah memurun. Penggenangan yang cukup lama dapat menyebabkan nematoda kekurangan oksigen sehingga akan menyebabkan kematian, walaupun beberapa spesies masih dapat bertahan dalam genangan yang cukup lama nematoda tidak akan mampu unruk berkembang (Swibawa, 2000).
Pengendalian nematoda pada tanaman pertanian selama ini dilakukan melalui aplikasi langsung dari nematisida kimiawi pada tanah. Metode ini telah banyak dikritik karena fumigasi tanah menyebabkan kontaminasi pada air tanah Polusi air tanah dan toksisitas yang tinggi dari nematisida kimiawi dan kenyataan bahwa nematisida ini tidak ekonomis bagi banyak tanaman menyebabkan penghentian pemasaran beberapa nematisida di negaranegara berkembang. Hal tersebut yang mendorong berkembangnya perhatian orang pada metode pengendalian alternatif yang aman dan efisien (Mustika, 2010). 

BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop, cawan petri, slide glass dan suntikan 1 ml.

Bahan
            Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tisu, dan tanah ekstraksi tanaman tomat yang terserang nematoda.

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 16 April 2019, pada pukul 13.00 – 14.40 WITA. di Laboratorium Fitopatologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah :
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Melakukan pengekstraksikan tanah tomat dengan alat corong baerman, tunggu hingga 24 jam.
3.      Mengambil air ekstraksi nematoda yang telah sebelumnya dengan menggunakan suntikan sebanyak 1 ml.
4.      Menyemprotkan air didalam suntikan kedalam cawan petri, lakukan pengamatan dibawah mikroskop.
5.      Menggeser perlahan kekiri dan kekanan cawan petri yang diamati, Ambil gambar tersebut secara hati-hati
6.      Ulangi langkah 3 sampai 5 hingga didapatkan jumlah suspensi adalah 3 ml.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
            Adapun hasil praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Proses Pengamatan Nematoda
No
Gambar
Keterangan
1


Ekstraksi pada tanaman tomat yang bergejala nematoda.
2


Mengambil 1 ml suspensi tanah tomat dengan suntikan.
3


Menyemprotkan suspensi tanah tomat kedalam cawan petri.
4


Mengamati suspensi didalam cawan petri dibawah mikroskop.
Tabel 1. Lanjutan
5


Hasil pengamatan suspensi pertama 1 ml tidak ditemukan nematoda
6


Hasil pengamatan suspensi kedua 1 ml ditemukan 1 nematoda.
7


Hasil pengamatan suspensi ketiga 1 ml tidak ditemukan nematoda.

Tabel 2. Hasil Perhitungan Nematoda
No
Suspensi (ml)
Jumlah Nematoda
1
1
0
2
1
1
3
1
0
Total
1

Pembahasan
Pada praktikum kali ini membahas tentang cara menghitung populasi nematoda pada tanah tanaman tomat yang terkena serangan nematoda Meloidogyne spp. Hal pertama yang dilakukan melakukan pengekstraksikan tanah tanaman tomat dengan corong baerman dengan cara direndam selama 24 jam, setelah itu lalu mengambil suspensi tanah tersebut dengan suntikan sebanyak 1 ml. Selanjutnya menyemprotkan suspensi tanah didalam suntikan ke dalam cawan petri yang diletakkan dibawah mikroskop, kemudian mengatur fokus lensa pada mikroskop setelah itu geser perlahan-lahan ke kiri dan ke kanan.
Lakukan menyemprotan suspensi sebanyak 3 kali dengan dengan jumlah volume total suspensi adalah 3 ml. Pada pengamatan suspensi pertama 1 ml tidak ditemukan nematoda pada cawan petri yang diamati, pada pengamatan suspensi kedua 1 ml ditemukan 1 nematoda pada cawan petri yang diamati dibawah cawan petri dan pada suspensi ketiga 1 ml tidak ditemukan nematoda pada cawan petri yang diamati.
Selanjutnya menghitung jumlah nematoda yang didapatkan dengan cara menjumlahkan hasil nematoda yang didapatkan pada suspensi pertama 1 ml, suspensi kedua 1 ml, dan suspensi ketiga 1 ml yaitu pada suspensi pertama tidak ditemukan nematoda atau nol, suspensi kedua ditemukan hanya 1 nematoda, dan pada suspensi ketiga tidak ditemukan nematoda atau nol. Maka jumlah nematoda dalam 3 ml suspensi tersebut adalah 0 + 1 + 0 = 1/3 ml nematoda dalam suspensi tanah ekstraksi  tanaman tomat tersebut, disimpulkan serangan nematoda tidak terlalu berat menyerang tetapi perlu dicegah agar nematoda tidak dapat menimbulkan kerugian yang semakin banyak.
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi dinamika populasi nematoda adalah tanaman inang, faktor abiotik tanah yang meliputi suhu, kelembaban, dan kelengasan tanah, serta interaksi dengan organisme lain baik yang bersifat sebagai kompetitor, antagonistik, predator ataupun parasitoid. Jika tanah aerasinya kurang maka nematoda sulit bergerak sehingga untuk bereproduksi hal tersebut mengakibatkan jumlah atau populasi nematoda menurun, selain itu bisa juga karena tanaman inang tersebut diberi perlakuan khusus sebelum ditanam sehingga nematoda tidak dapat menyerang.
Faktor yang mempengaruhi saat melakukan perhitungan adalah ketelitian saat mengamati dibawah mikroskop, waktu saat pengamatan, memahami rumus. Hal pertama mengapa ketelitian saat mengamati dibawah mikroskop karena seseorang tersebut mungkin tidak begitu paham tentang penggunakan mikroskop sehingga untuk mengatur fokus lensanya membutuhkan waktu yang lama, kedua adalah waktu saat pengamatan karena ketika waktu cukup lama seseorang tersebut tidak akan tergesa-gesa saat pengamatan terlebih jika seseorang itu belum mengerti betul tentang mikroskop, dan terakhir yaitu memahami rumus karena setelah didapatkan hasil tiap-tiap suspensi namun jika saat menghitung rumus keliru maka hasilnya pun akan salah.
KESIMPULAN
            Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Pada pengamatan ke 1 dan 3 tidak ditemukan nematoda, sedangkan pada pengamatan ke 2 didapatkan 1 nematoda.
2.      Dalam 3 ml suspensi hasil ekstraksi didapatkan populasi sebanyak 1 nematoda.
3.      Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi dinamika populasi nematoda adalah tanaman inang, suhu, kelembaban, kelengasan tanah, serta interaksi dengan organisme lain.
4.      Faktor yang mempengaruhi saat melakukan perhitungan adalah ketelitian saat mengamati dibawah mikroskop, waktu saat pengamatan, memahami rumus.
DAFTAR PUSTAKA
Calvin dan Cook. 2005. North American Greenhouse Tomatoes Emerge as a Major Market Force. Amber Waves 3: 20–27.
Carniero FF, Ramalho MAP, Pereira MJZ. 2010. Fusarium oxysporum f. sp. phaseoli and Meloidogyne incognita interaction in common bean. Crop Breeding and Applied Biotechnology 10: 271-274.
Mulyadi. 2009. Nematologi Pertanian. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Mustika I. 2005. Konsepsi dan strategi pengendalian nematoda parasit tananam perkebunan di Indonesia. Perspektif 4: 20 – 23.
Mustika, Ika. 2010. Konsepsi dan Strategi Pengendalian Nematoda Parasit Tanaman di Indonesia. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian. Vol.3 (2) : 81-82. 
Swibawa, I Gede. 2000. Pengaruh Infestasi Nematoda Pratylenchus Terhadap Pertumbuhan Tanaman Nenas (Ananas comosus (L.)). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika 1 (1) : 25-26. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGHITUNG KERAPATAN KOLONI BAKTERI DENGAN MENGGUNAKAN COLONY COUNTER

ISOLASI PATOGEN PADA TANAMAN BERGEJALA

AKTIVITAS ENZIM PAPAIN