AKTIVITAS ENZIM PAPAIN
AKTIVITAS ENZIM PAPAIN
(Laporan
Praktikum Biokimia Tanaman)
Oleh
:
Samsudin
1710517210017
Kelompok
Oksigen (O2)
PROGRAM
STUDI PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR
ISI...............................................................................................
i
DAFTAR
TABEL.......................................................................................
ii
PENDAHULUAN......................................................................................
1
Latar Belakang.................................................................................
1
Tujuan.............................................................................................. 3
TINJAUAN
PUSTAKA........................................................................... 4
BAHAN
DAN METODE...........................................................................
7
Alat dan Bahan................................................................................
7
Alat......................................................................................... 7
Bahan...................................................................................... 7
Waktu dan Tempat...........................................................................
7
Prosedur Kerja.................................................................................
7
HASIL
DAN PEMBAHASAN..................................................................
9
Hasil.................................................................................................
9
Pembahasan...................................................................................... 9
KESIMPULAN
DAN SARAN..................................................................
12
Kesimpulan...................................................................................... 12
Saran................................................................................................ 12
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR
TABEL
Nomor Halaman
1. Hasil
Pengujian Aktivitas Enzim....................................................... 9
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam proses
pencernaan makanan, enzim berperan dalam pencernaan zat secara kimiawi. Dengan
adanya enzim maka penggunaan energi untuk proses pencernaan akan lebih kecil.
Kerja enzim sangat sensitif terhadap suhu. Reaksi dipercepat dengan naiknya
suhu sampai batas waktu tertentu dan akan bekerja maksimum pada suhu
optimumnya. Enzim dipakai juga sebagai alat bantu pemprosesan pada
pemanufakturan makanan. Contohnya, renin yang terdapat dalam ekstrak isi
lambung sapi, dipakai sebagai koagulan untuk susu pada produksi keju. Penekanan
ilmu makanan dalam penelitian enzim berbeda dengan penelitian dalam biokimia.
Ilmu makanan terutama menangani reaksi penguraian hidrolisis, dan oksidasi,
sementara biokimia lebih banyak menangani mekanisme sintesis (Purnomo, 2011).
Praktikum ini
menggunakan enzim papain. Papain merupakan enzim proteolitik yang diambil dari
pepaya (Carica papaya), terkandung dalam getah pepaya, baik dalam buah,
batang dan daunnya. Papain juga merupakan suatu zat yang mampu memecah protein,
khususnya pada daging agar lebih empuk atau lunak. Sebagai enzim yang
berkemampuan memecah molekul protein, dewasa ini papain menjadi suatu produk
yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik di rumah tangga maupun
industri. Kelebihan papain dibandingkan proteolitik yang lain adalah lebih
tahan terhadap proses suhu, mempunyai kisaran pH yang luas dan lebih murni
dibandingkan bromelin dan ficin. Kisaran pH optimum papain berkisar antara
5-7,5 dan stabil pada suhu 60-70 °C (Fitriani, 2006).
Enzim papain dapat diperoleh dengan
menyadap getah buah papaya dengan pisau.Buah pepaya yang masih melekat di pohon
digores memanjang dari pangkal sampai ujung buah dengan kedalaman goresan
kurang lebih 2 mm dan getah pepaya dalam cawan. Beberapa faktor yang perlu
diperhatikan dalam penyadapan getah buah pepaya agar diperoleh hasil yang
maksimal adalah sebagai berikut: umur buah antara 2,5 - 3 bulan, waktu
penyadapan dilakukan pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari setelah
matahari terbenam, dan banyak goresan tiap kali penyadapan adalah 4 kali
goresan (Fitriani, 2006).
Dalam proses
pengolahan hasil pertanian, produk pertanian tersebut sering kali harus
dipisahkan untuk mendapatkan bagian yang diinginkan. Sentrifugasi merupakan
suatu metode yang digunakan dalam pencapaian sedimentasi dimana
partikel-partikel yang ada di dalam suatu bahan yang dipisahkan dari fluida
oleh gaya sentrifugasi yang dikenakan pada partikel. Dalam hal ini, partikel
yang dimaksud adalah solid, gas, atau liquid dan fluida. Dalam pengunaan
metode sentrifugasi ini terdapat sebuah alat yang penting. Alat yang
diperlukan dalam metode ini adalah Sentrifus. Metode sentrifugase dimaksudkan
agar segala bentuk proses pemisahan zat dapat dipercepat. Hal ini sebagai jawaban
atas lamanya waktu yang diperlukan dalam proses pemisahan zat jika dengan cara
alamiah (Sudrajat, 2002).
Dalam metode
sentrifugasi, prinsip yang digunakan yaitu dimana objek diputar secara
horizontal pada jarak radial dari titik dimana titik tersebut dikenakan gaya.
Pada saat objek diputar, partikel-partikel yang ada akan berpisah dan berpencar
sesuai dengan berat jenis masing-masing partikel. Gaya yang berperan dalam
proses teknik sentrifugasi ini yaitu gaya sentrifugal. Dengan adanya teknik
ini, proses pengendapan suatu bahan akan lebih cepat dan optimum dibandingkan
dengan menggunakan teknik biasa. Prinsip sentrifugasi ini dapat bekerja secara
optimum jika para pengguna dapat memasukkan nilai RPM dan nilai konsentrasi
yang tepat ke dalam alat sentrifus. Cara pengoperasian alat sentrifus
dalam metode ini terbilang tidak terlalu sulit. Hal yang perlu
diperhatikan dalam penggunaan alat tersebut yaitu sistem konsentrasi yang ingin
dimasukkan ke dalam alat sentrifus dan kecepatan putar alat. Dalam proses penggunaannya,
yang dilakukan pertama kali yaitu pengguna memasukkan nilai konsentrasi (%)
dari endapan yang diinginkan. Kemudian pengguna memasukkan nilai RPM ke dalam
alat sentrifus. Setelah nilai konsentrasi dan RPM selesai dimasukkan, maka alat
sentrifus secara otomatis akan berjalan. Sebelumnya, alat sentrifus akan
mengeluarkan nilai waktu putar (t) sebelum alat berputar. Kemudian alat akan
bekerja secara otomatis dan jika konsentrasi yang diinginkan telah tercapai
sebelum waktu yang telah ditentukan, maka simulasi secara otomatis akan
berhenti. Namun jika konsentrasi belum tercapai, maka simulasi akan dengan
otomatis menambahkan waktu putar (Sudrajat, 2002).
Tujuan
Tujuan
praktikum kali ini adalah untuk mengetahui aktifitas enzim papain pada santan
kelapa untuk menghasilkan minyak.
TINJAUAN PUSTAKA
Enzim adalah
sekelompok protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk berbagai reaksi
kimia dalam sistem biologik. Hampir tiap reaksi kimia dalam sistem biologis
dikatalisis oleh enzim. Sintesis enzim terjadi didalam sel dan sebagian besar
enzim dapat diekstraksi dari sel tanpa merusak fungsinya (Sadikin, 2001).
Setiap enzim
mempunyai suhu optimum, yaitu suhu di mana enzim memiliki aktivitas maksimal.
Enzim di dalam tubuh manusia mempunyai suhu optimal sekitar 370 C.
di bawah atau di atas suhu optimum, aktivitas enzim menurun. Suhu mendekati
titik beku tidak merusak enzim, tetapi enzim tidak aktif. Jika suhu di naikkan,
maka aktivitas enzim meningkat. Namun, kenaikan suhu yang cukup beasr dapat
menyebabkan enzim mengalami denaturasi dan mematikan aktivitas katalisisnya.
Sebagian besar enzim mengalami denaturasi pada suhu di atas 600 C
(Sirajuddin, 2011).
Pada konsentrasi
substrat tertentu, bertambahnya konsentrasi enzim akan meningkatkan kecepatan
reaksi enzimatis. Dengan kata lain, kecepatan reaksi enzimatis (V) berbanding
lurus dengan konsentrasi enzim (E) sampai batas tertentu, sehingga reaksi
mengalami kesetimbangan. Pada saat setimbang, peningkatan konsentrasi enzim
sudah tidak berpengaruh (Sirajuddin, 2011).
Pada konsentarsi
enzim yang tetap, peningkatan konsentarsi substrat akan menaikkan kecepatan
reaksi enzimatis sampai mencapai kecepatan maksimum (Vmaks) yang tetap. Pada
titik maksimum, semua enzim telah jenuh dengan substrat, sehingga penambahan
substrat sudah tidak akan meningkatkan kecepatan reaksi enzimatis (Sirajuddin,
2011).
Kelapa adalah
pohon serba guna bagi masyarakat tropika. Hampir semua bagiannya dapat
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan buah kelapa sebagai
sumber bahan baku pembuatan minyak kelapa murni merupakan temuan baru hasil
olahan dari buah kelapa. Sebagai katalisator, enzim didefinisikan sebagai suatu
zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut bereaksi dalam hasil reaksi.
Pada umumnya, penggunaan enzim telah meluas pada industri pengolahan pangan,
termasuk pengolahan minyak kelapa adalah enzim yang menghidrolisis makro
molekul karbohidrat dan protein. Salah satu dari enzim yang tergolong
proteolitik ini adalah enzim papain, yang dapat diperoleh dari getah pepaya dan
femipan. Enzim papain bisa digunakan dalam proses pembuatan minyak murni yang
berasal dari santan kelapa (Sudrajat, 2002)
Untuk mengetahui
enzim papain dapat dilakukan untuk melakukan pengujian uji santan. Proses
pengolahannya dengan cara fermentasi dan enzimitas hal ini dilakukan agar
menghindari pemanasan yang berlebih saat membuat minyak kelapa dari santan.
Fermentasi dan enzimitas dengan menggunakan campuran dari enzim papain pada
buah pepaya muda yang sudah dihacurkan yang ditambahkan dengan asam cuka,
adalah salah satu jalan keluar menghindari terjadinya pemanasan yang berlebih
saat menghasilkan minyak dari santan. Menggunakan bahan-bahan ini juga tidaklah
merugikan, karena enzim papain banyak terdapat dalam buah pepaya yang masih
muda yang berusia sekitar 3 minggu (Sudrajat, 2002).
Getah hasil
penyadapan buah selain diisolasi juga dapat diolah menjadi papain kasar (cured
papain). Cara pengolahannya sebagai berikut. Getah dari penyadapan dicampur
larutan sulfit 0.7% sebanyak empat kali jumlah getah, lalu diaduk
hingga merata dengan alat pengaduk (mixer). Campuran ini biasanya akan
membentuk emulsi getah bewama putih susu yang agak kental. Selanjutnya emulsi
getah dikeringkan hingga menjadi papain kasar. Untuk mengeringkan emulsi getah
menjadi papain kasar dapat dikerjakan dengan berbagai cara, pengeringan
dengan sinar matahari dan pengeringan dengan pengering kabinet (IPB, 2002).
Pengeringan
dengan sinar matahari ini hanya mengandalkan panas matahari. Mula-mula emulsi
getah dituangkan merata dalam wadah plastik atau stainless steel setebal 1 cm.
Setelah itu emulsi dijemur di bawah terik sinar matahari. Menurut pengalaman,
emulsi akan mengering kalau dijemur dibawah teriknya sinar matahari selama
& jam. Getah yang sudah kering berupa papain kasar biasanya berbentuk
serpihan-serpihan tipis belwama abu-abu hingga kecokelatan. Serpihan-serpihan
papain kasar ini sebaiknya segera dikemas dengan baik (IPB, 2002).
Untuk
pengeringan yang menggunakan pengering listrik yang berbentuk kabinet ini
diawali dengan penuangan emulsi getah secara merata dengan ketebalan 1 cm dalam
wadah plastik atau stainless steel. Setelah itu, wadah tersebut dimasukkan ke
dalam lemari pengering listrik atau cabinet drier. Suhu lemari pengering ini
sekitar 55'. Biasanya getah akan mengering dalam waktu sekitar 6 jam.
Selama pengeringan, senantiasa diatur suhunya tetap stabil sehingga pengeringan
berjalan secepat mungkin. Papain kasar hasil pengeringan ini berupa
serpihan-serpihan tipis belwarna putih sampai keabu-abuan. Serpihan papain
kasar ini segera dikemas dengan baik, setelah papain kasar ini digiling
terlebih dahulu hingga menjadi tepung (IPB, 2002).
BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun
alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah gelas ukur 100 ml, tabung
reaksi, pipet tetes, cling warp, botol kocok, kapas, sentrifuge, penggaris,dan
bola pengisap (filler).
Bahan
Adapun
bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah getah pepaya muda, santan
kelapa, dan alkohol 70%.
Waktu dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 13-14 Maret 2019, pukul
09.50-11.30 WITA. Di laboraturium Kimia Analisis Jurusan Budidaya Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru
Prosedur Kerja
Adapun prosedur
kerja praktikum kali ini adalah :
1. Menyediakan
santan kelapa. Kelapa parut segar ditambah dengan aquades, kemudian diperas dan
akan didapatkan santan. Santan yang
diperoleh didiamkan selama satu jam, untuk memisahkan antara krim santan dan
air santan. Krim santan akan terdapat pada bagian atas dan krim santan bagian
atas dan krim santan bagian bawah, pisahkan kedua bentuk ini dengan hati-hati.
2. Menyediakan
getah buah papaya. Buah papaya ditoreh dengan alat tahan karat, yang telah
disterilkan dengan alkohol 70% dan dipijarkan oleh nyala bunsen, getah yang
keluar ditampung sesuai kebutuhan.
3. Penambahan
getah papaya pada santan. Membersihkan semua peralatan yang digunakan dan meja
kerja dengan alkohol 70% saat akan melakukan percobaan. Menyiapkan 4 buah
tabung reaksi yang masing-masing berisikan 10 ml santan kelapa dan memberikan
perlakuan penambahan getah buah papaya dengan volume yang berbeda. Perlakuan tersebut
adalah : tanpa penambahan getah, 30 tetes, 60 tetes, dan 90 tetes.
4. Menutup
masing-masing tabung reaksi dengan cling warp. Selanjutnya diinkubasi selama 24
jam dan 48 jam.
5. Pengamatan
dilakukan terhadap :
a. Perubahan
warna
b. Perubahan
aroma
c. Tinggi
minyak
6. Kemudian
tabung reaksi di sentrifugal selama 10 menit dengan kecepatan 1500 rpm.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil dari praktikum kali ini
adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil pengujian aktivitas enzim
|
Jam
|
perlakuan
|
Pengamatan
|
||
|
Warna
|
Aroma
|
Tinggi minyak (cm)
|
||
|
Pengujian 24 jam
|
T0
|
*
|
+
|
1,3
|
|
T1
|
**
|
+
|
0,6
|
|
|
T2
|
*
|
+
|
0,2
|
|
|
T3
|
**
|
+
|
2
|
|
|
Pengujian 48 jam
|
T0
|
**
|
+
|
0,3
|
|
T1
|
**
|
+
|
0,7
|
|
|
T2
|
**
|
+
|
1,3
|
|
|
T3
|
**
|
+
|
1,2
|
|
Keterangan tabel :
Perlakuan :
1. T0
= tanpa pemberian getah
2. T1
= pemberian getah papaya 30 tetes
3. T2
= pemberian getah papaya 60 tetes
4. T3
= pemberian getaah papaya 90 tetes
Warna :
1. *
= warna putih tanpa minyak
2. ** = warna putih terdapat minyak
3. *** = warna selain putih terdapat minyak
Aroma :
1. + = aroma berubah setelah disentrifugal
2. - = aroma tidak berubah setelah disentrifugal
Pembahasan
Enzim papain
merupakan enzim yang banyak diperlukan untuk mendukung produk makanan atau
industri karena enzim papain dapat memecah protein. Semua bagian pepaya seperti
buah, daun, tangkai daun, dan batang mengandung enzim papain dalam getahnya,
tetapi bagian yang paling banyak mengandung enzim papain adalah buah yang masih
muda.
Enzim papain
dapat diperoleh dengan menyadap getah buah pepaya yang masih melekat di pohon
dengan digores memanjang dari pangkal sampai ujung buah dengan kedalaman
goresan kurang lebih 2 mm. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam
penyadapan getah buah pepaya agar diperoleh hasil yang maksimal adalah umur
buah antara 2,5-3 bulan, waktu penyadapan dilakukan pagi hari yaitu dari pukul
05.30- 08.00 atau pukul 17.30-18.30 WITA, dan banyak goresan tiap kali
penyadapan adalah 4 kali goresan.
Ada beberapa hal
yang mempengaruhi kerja enzim, yaitu : konsentrasi enzim, konsentrasi substrat,
suhu, derajat keasaman (pH), pengaruh aktivator dan inhibitor, kadar air, zat
penggiat, zat penghambat dan waktu.
Pada hasil
praktikum yang dilakukan krim santan kelapa menghasilkan kandungan minyak yang
bervariasi sesuai dengan perlakuan. Semakin banyak konsentrasi enzim yang
ditambahkan pada krim santan kelapa semakin banyak ikatan peptida dalam protein
santan yang menyelubungi sehingga minyak dapat dihidrolisis. Cara untuk
memisahkan cairan yang berat molekulnya berbeda dengan memasukkan krim santan
yang mengalami perlakuan pada alat sentrifuse. Waktu yang diperlukan
adalah 10 menit dengan kecepatan 1500 rpm.
Aroma krim
santan kelapa yang mengalami perlakuan dan tidak mengalami perlakuan semuanya
berubah karena pengaruh suhu dan waktu penyimpanan. Krim santan kelapa dapat
bertahan lama pada suhu 60-700 C dan waktu penyimpanan 1-2
hari. Selain itu perlakuan penambahan enzim papain juga mempenguruhi aroma krim
santan kelapa karena enzim papain bersifat proteolitik. Semakin banyak
penambahan enzim papain pada krim santan maka akan mempercepat reaksi
enzim papain dengan molekul-molekul krim santan.
Warna krim
santan yang mengalami perlakuan dan tidak mengalami perlakuan pun juga ada yang
berubah. Krim santan yang tidak mengalami perlakuan warnanya tidak berubah.
Sedangkan krim santan yang mengalami perlakuan semuanya berubah warna karena
adanya enzim papain yang memecah protein pada krim santan kelapa. Semakin lama
waktu penyimpanan maka kerja enzim papain akan semakin optimum atau cepat
beraksi dalam mengubah warna krim santan. Perubahan warna karena
adanya reaksi kimia organik dari enzim dengan molekul substrat yaitu krim
santan sehingga terbentuk perubahan warna yang sebelumnya putih susu menjadi
putih kecoklatan.
Konsentrasi
enzim sangat mempengaruhi, hal ini dikarenakan konsentrasi enzim berbanding
lurus dengan kecepatan reaksi, jadi apabila konsentrasi enzim ditingkatkan maka
kecepatan reaksi pun akan meningkat. Begitu juga dengan konsentrasi substrat,
apabila jumlah krim santan kelapa semakin banyak maka akan mempercepat kerja
enzim.
Jadi,
berdasarkan hasil yang diperoleh masing-masing kelompok dapat disimpulkan bahwa
aktivitas enzim papain pada waktu penyimpanan 24 jam kerja enzim papain akan
terus meningkat. Namun pada waktu penyimpanan 48 jam kerja enzim papain mulai
menurun dan hasil minyak juga berkurang karena lamanya waktu penyimpanan dan
konsentrasi enzim yang mulai menurun.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Ada
beberapa hal yang mempengaruhi kerja enzim, yaitu : konsentrasi enzim,
konsentrasi substrat, suhu, derajat keasaman (pH), pengaruh aktivator dan inhibitor,
kadar air, zat penggiat, zat penghambat dan waktu.
2. Semakin
banyak konsentrasi enzim yang ditambahkan pada krim santan kelapa semakin
banyak ikatan peptida dalam protein santan yang menyelubungi sehingga minyak
dapat dihidrolisis.
3. Semakin
lama waktu penyimpanan maka kerja enzim papain akan semakin optimum atau cepat
beraksi dalam mengubah warna krim santan.
4. Konsentrasi
enzim sangat mempengaruhi, hal ini dikarenakan konsentrasi enzim berbanding
lurus dengan kecepatan reaksi, jadi apabila konsentrasi enzim ditingkatkan maka
kecepatan reaksi pun akan meningkat.
5. Pada
waktu pengamatan 24 jam aktivitas enzim meningkat, sedangkan pada waktu ke 48
jam aktivitas enzim makin menurun.
Saran
Untuk mencapai
praktikum yang lebih baik, asisten dosen agar mengawasi keaktifan para
praktikan dalam melakukan praktek apabila terjadi kesalahan, agar dapat
berjalan lancar dan sesuai harapan. Serta saat menjelaskan sesuatu asisten
dapat bergantian berbicara agar tidak terkesan gaduh bagi para praktikan.
DAPTAR PUSTAKA
Fitriani,V. 2006. Getah Sejuta
Manfaat. PT. Trubus Swadaya. Edisi April 2006. Jakarta.
IPB, Jurusan Teknologi Dan Pangan.2002. Enzim
Papain Dari Pepaya. Tekno Pangan Dan Industri Jurusan Teknologi Volume 1 Nomor
11.
Purnomo. 2011. Mobilisasi Crude Enzim Papain Yang
Diisolasi Dari Getah Buah Pepaya (Carica papaya) dengan Menggunakan
Kappa Karagenan Dan Kitosan Serta Pengujian Aktivitas. Universitas
Sumatera Utara.
Sadikin, M, dkk. 2001. Biokimia Eksperimen
Laboratorium. Widya. Medika, jakarta.
Sudrajat, Y. 2002. Teknik Penghilangan Lapisan
Kapur Pada Teripang Pasir Menggunakan Enzim Papain. Buletin Teknik Pertanian
Volume 7 Nomor 2.
Sirajuddin, S. 2011.
Penuntun Pratikum Biokimia. UNHAS, Makas
ASSALAMUALAIKUM SAYA INGIN BERBAGI CARA SUKSES SAYA NGURUS IJAZAH saya atas nama bambang asal dari jawa timur sedikit saya ingin berbagi cerita masalah pengurusan ijazah saya yang kemarin hilang mulai dari ijazah SD sampai SMA, tapi alhamdulillah untung saja ada salah satu keluarga saya yang bekerja di salah satu dinas kabupaten di wilayah jawa timur dia memberikan petunjuk cara mengurus ijazah saya yang hilang, dia memberikan no hp BPK DR SUTANTO S.H, M.A beliau selaku kepala biro umum di kantor kemendikbud pusat jakarta nomor hp beliau 0823-5240-6469, alhamdulillah beliau betul betul bisa ngurusin masalah ijazah saya, alhamdulillah setelah saya tlp beliau di nomor hp 0823-5240-6469, saya di beri petunjuk untuk mempersiap'kan berkas yang di butuh'kan sama beliau dan hari itu juga saya langsun email berkas'nya dan saya juga langsung selesai'kan ADM'nya 50% dan sisa'nya langsun saya selesai'kan juga setelah ijazah saya sudah ke terima, alhamdulillah proses'nya sangat cepat hanya dalam 1 minggu berkas ijazah saya sudah ke terima.....alhamdulillah terima kasih kpd bpk DR SUTANTO S.H,M.A berkat bantuan bpk lamaran kerja saya sudah di terima, bagi saudara/i yang lagi bermasalah malah ijazah silah'kan hub beliau semoga beliau bisa bantu, dan ternyata juga beliau bisa bantu dengan menu di bawah ini wassalam.....
BalasHapus1. Beliau bisa membantu anda yang kesulitan :
– Ingin kuliah tapi gak ada waktu karena terbentur jam kerja
– Ijazah hilang, rusak, dicuri, kebakaran dan kecelakaan faktor lain, dll.
– Drop out takut dimarahin ortu
– IPK jelek, ingin dibagusin
– Biaya kuliah tinggi tapi ingin cepat kerja
– Ijazah ditahan perusahaan tetapi ingin pindah ke perusahaan lain
– Dll.
2. PRODUK KAMI
Semua ijazah DIPLOMA (D1,D2,D3) S/D
SARJANA (S1, S2)..
Hampir semua perguruan tinggi kami punya
data basenya.
UNIVERSITAS TARUMA NEGARA UNIVERSITAS MERCUBUANA
UNIVERSITAS GAJAH MADA UNIVERSITAS ATMA JAYA
UNIVERSITAS PANCASILA UNIVERSITAS MOETOPO
UNIVERSITAS TERBUKA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
UNIVERSITAS TRISAKTI UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
UNIVERSITAS BUDI LIHUR ASMI
UNIVERSITAS ILMUKOMPUTER UNIVERSITAS DIPONOGORO
AKADEMI BAHASA ASING BINA SARANA INFORMATIKA
UPN VETERAN AKADEMI PARIWISATA INDONESIA
INSTITUT TEKHNOLOGI SERPONG STIE YPKP
STIE SUKABUMI YAI
ISTN STIE PERBANAS
LIA / TOEFEL STIMIK SWADHARMA
STIMIK UKRIDA
UNIVERSITAS NASIONAL UNIVERSITAS JAKARTA
UNIVERSITAS BUNG KARNO UNIVERSITAS PADJAJARAN
UNIVERSITAS BOROBUDUR UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH UNIVERSITAS BATAM
UNIVERSITAS SAHID DLL
3. DATA YANG DI BUTUHKAN
Persyaratan untuk ijazah :
1. Nama
2. Tempat & tgl lahir
3. foto ukuran 4 x 6 (bebas, rapi, dan usahakan berjas),semua data discan dan di email ke alamat email bpk sutantokemendikbud@gmail.com
4. IPK yang di inginkan
5. universitas yang di inginkan
6. Jurusan yang di inginkan
7. Tahun kelulusan yang di inginkan
8. Nama dan alamat lengkap, serta no. telphone untuk pengiriman dokumen
9. Di kirim ke alamat email: sutantokemendikbud@gmail.com berkas akan di tindak lanjuti akan setelah pembayaran 50% masuk
10. Pembayaran lewat Transfer ke Rekening MANDIRI, BNI, BRI,
11. PENGIRIMAN Dokumen Via JNE
4. Biaya – Biaya
• SD = Rp. 1.500.000
• SMP = Rp. 2.000.000
• SMA = Rp. 3.000.000
• D3 = 6.000.000
• S1 = 7.500.000(TERGANTUN UNIVERSITAS)
• S2 = 12.000.000(TERGANTUN UNIVERSITAS)
• S3 / Doktoral Rp. 24.000.000
(kampus terkenal – wajib ikut kuliah beberapa bulan)
• D3 Kebidanan / keperawatan Rp. 8.500.000
(minimal sudah pernah kuliah di jurusan tersebut hingga semester 4)
• Pindah jurusan/profesi dari Bidan/Perawat ke Dokter. Rp. 32.000.000